Langsung ke konten utama

Pembelajaran Berdiferensiasi pada Layanan Bimbingan dan Konseling di Kelas 8

Pembelajaran berdiferensiasi dalam layanan bimbingan klasikal merujuk pada upaya menyesuaikan proses pembelajaran agar dapat memenuhi kebutuhan belajar yang berbeda dari setiap siswa dalam bimbingan kelompok di kelas. Ini dilakukan untuk memastikan bahwa setiap siswa, dengan karakteristik uniknya, seperti gaya belajar, minat, dan tingkat kemampuan, tetap mendapatkan manfaat optimal dari layanan bimbingan yang diberikan.





Layanan Klasikal Terdiferensiasi

Selain Layanan Klasikal Terdiferensiasi yang telah saya lakukan di kelas 9, saya juga telah melakukan Layanan Klasikal Terdiferensiasi dengan Alur Merdeka di Kelas 8 SMPN 55 Muaro Jambi dengan Topik Percaya Diri. Sebelum Layanan Klasikal dilakukan, guru melakukan assesment awal untuk menentukan profil belajar murid dan kesiapan belajar murid. Setelah itu baru dilaksanakan Layanan Terdiferensiasi dengan Alur Merdeka menggunakan Perangkat Chromebook di Kelas 8 dengan Topik Layanan : Percaya Diri.



Hal yang diperhatikan dalam pelaksanaan layanan klasikal terdiferensiasi ini adalah sebagai berikut :

  1. Penyesuaian Konten: Topik Layanan dapat disesuaikan dengan kebutuhan dan tingkat pemahaman Murid sesuai dengan profil dan kesiapan belajarnya.

  2. Penyesuaian Proses: Aktivitas layanan dapat diadaptasi berdasarkan kesiapan belajar murid, yaitu murid yang mampu belajar mandiri, murid yang perlu bimbingan teman dan murid yang perlu bimbingan teman dan guru. 

  3. Penyesuaian Produk: Murid dapat menunjukkan hasil analisisnya  dengan cara yang berbeda. Yaitu murid yang dapat membuat analisis dalam laporan tertulis, dan murid yang dapat mengekspresikan  analisisinya secara lisan dengan persentasi.

  4. Pengelompokan Fleksibel: Karena jumlah murid hanya 4 orang dalam 1 kelas jadi pengelompokakn murid disesuaikan pada saat pelaksanaan layanan sesuai kebutuhan dan kondisi saat itu. 


Alur MERDEKA
Sama seperti layanan klasikal yang dilaksanakan dikelas 9, dikelas 8 juga masih menggunakan model pembelajaran Problem Based Learning dengan Alur Merdeka. Alur Merdeka disini yaitu Mulai Dari Diri, Eksplorasi Konsep, Ruang Kolaborasi, Demonstrasi Kontekstual, Elaborasi Pemahaman dan Aksi Nyata.
Alur Merdeka ini disesuaikan dengan Sintak-Sintak pada Model Pembelajaran PBL.
 

Mulai Dari Diri - Sintak 1 PBL : Orientasi Pada Masalah
Eksplorasi Konsep - Sintak 2 PBL : Mengorganisasi Murid untuk Belajar
Ruang Kolaborasi - Sintak 3 PBL : Membimbing Penyelidikan Individu atau Kelompok
Demonstrasi Kontekstual - Sintak 4 PBL : Mengembangkan dan Menyajikan Hasil
Elaborasi Pemahaman - Sintak 5 PBL : Menganalisis dan Mengevaluasi Proses Pemecahan Masalah
Koneksi Antar Materi - Rujukan Informasi dan Referensi Pada Kehidupan Sehari-Hari
Aksi Nyata - Lembar Kerja Aksi yang akan dilakukan Murid Terkait Topik Layanan


Hasil Kegiatan

Hasil layanan bimbingan klasikal dengan topik kepercayaan diri bertujuan untuk membantu siswa meningkatkan keyakinan terhadap kemampuan diri mereka dalam berbagai situasi, baik akademik maupun sosial. Setelah layanan ini dilaksanakan, beberapa hasil yang diharapkan meliputi:

  1. Peningkatan Kepercayaan Diri: Siswa menunjukkan peningkatan keyakinan dalam kemampuan diri mereka untuk menyelesaikan tugas, berinteraksi dengan teman sebaya, dan berpartisipasi aktif dalam kegiatan belajar mengajar di kelas.

  2. Pengembangan Sikap Positif Terhadap Diri Sendiri: Siswa menjadi lebih mampu menghargai diri mereka sendiri, menerima kekurangan, dan merayakan kelebihan yang mereka miliki. Mereka mulai memahami bahwa kesalahan adalah bagian dari proses belajar.

  3. Kemampuan Menghadapi Tantangan: Siswa belajar untuk lebih berani menghadapi tantangan atau situasi baru. Mereka tidak mudah menyerah dan berusaha lebih gigih dalam menyelesaikan tugas atau mencapai tujuan.

  4. Peningkatan Partisipasi dan Inisiatif: Siswa yang sebelumnya mungkin pasif atau ragu-ragu mulai mengambil inisiatif dalam kegiatan kelas, berani mengajukan pendapat atau pertanyaan, serta berpartisipasi aktif dalam diskusi dan aktivitas kelompok.

  5. Kemampuan Mengelola Rasa Takut atau Cemas: Siswa mampu mengatasi perasaan takut atau cemas yang mungkin timbul saat berhadapan dengan situasi sosial atau akademik. Mereka lebih tenang dan percaya bahwa mereka bisa menghadapi berbagai situasi sulit.

  6. Pengambilan Keputusan yang Lebih Baik: Dengan meningkatnya kepercayaan diri, siswa menjadi lebih mandiri dalam membuat keputusan, baik dalam kehidupan sehari-hari maupun dalam kegiatan belajar. Mereka lebih yakin dengan pilihan yang diambil dan mampu menerima konsekuensi dari keputusan tersebut.

  7. Meningkatkan Interaksi Sosial yang Positif: Siswa menjadi lebih percaya diri dalam menjalin hubungan dengan teman sebaya, guru, dan orang lain. Mereka lebih nyaman dalam situasi sosial, mampu memulai percakapan, dan berinteraksi dengan lebih positif.

  8. Perkembangan Keterampilan Berbicara di Depan Umum: Layanan percaya diri juga dapat membantu siswa untuk lebih nyaman dan percaya diri dalam berbicara di depan orang banyak, seperti saat presentasi atau berbicara di hadapan kelas.

  9. Penurunan Perilaku Menghindar atau Menarik Diri: Siswa yang sebelumnya cenderung menarik diri dari aktivitas sosial atau akademik karena kurang percaya diri akan mulai menunjukkan partisipasi yang lebih aktif, mengurangi sikap menghindar, dan menjadi lebih terbuka terhadap kesempatan baru.

Secara keseluruhan, layanan bimbingan klasikal dengan topik kepercayaan diri diharapkan menghasilkan siswa yang lebih yakin akan kemampuan mereka, mampu berpartisipasi aktif, dan siap menghadapi berbagai tantangan akademik maupun sosial dengan sikap positif.

Dokumentasi Kegiatan










Komentar

Postingan populer dari blog ini

Semangat Kebersamaan MGBK Muaro Jambi Menuju Sungai Bahar: Membangun Praktik Baik Layanan BK di Sekolah

  Semangat Kebersamaan MGBK Muaro Jambi Menuju Sungai Bahar: Membangun Praktik Baik Layanan BK di Sekolah Muaro Jambi – Suasana penuh semangat dan keakraban mewarnai kegiatan rutin Musyawarah Guru Bimbingan dan Konseling (MGBK) Kabupaten Muaro Jambi pada hari Kamis, 6 November 2025 . Kali ini, pertemuan istimewa tersebut diselenggarakan di SMPN 35 Muaro Jambi, Sungai Bahar , yang lokasinya cukup jauh dari pusat Kota Jambi. Untuk mencapai lokasi, seluruh anggota MGBK menunjukkan kekompakan luar biasa dengan menyewa satu unit bus untuk perjalanan bersama dari Kota Jambi menuju Sungai Bahar. Penuh Energi dan Inspirasi Acara MGBK kali ini mengangkat tema sentral yang sangat relevan, yaitu "Praktik Baik Layanan Bimbingan dan Konseling di Sekolah" dan sesi "Sharing Session tentang Pelaksanaan Layanan BK di Sekolah" . Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan kompetensi, menyamakan persepsi, dan saling berbagi pengalaman positif di antara Guru BK se-Kabupaten Muaro Jam...

TUGAS MEMBUAT BLOG

Untuk siswa kelas 9A, 9B, 9C yang sudah membuat blog diharapkan mengirimkan komentar pada post berikut. dengan contoh Nama : Kelas : Nama Blog Silahkan dikirim pada kolom komentar. paling lambat untuk kelas 9C tanggal 16 Januari 2017 kelas 9A, 9B pada tanggal 18 Januari 2017

🌳 MGBK Muaro Jambi Go Green: Mendalami '7 Kebiasaan Anak Indonesia Hebat' di Hutan Kota Muhammad Sabki

  MGBK Muaro Jambi Go Green: Mendalami '7 Kebiasaan Anak Indonesia Hebat' di Hutan Kota Muhammad Sabki Oleh: Tim Konten MGBK Muaro Jambi Jambi – Pada hari Kamis, 30 Oktober 2025 , Musyawarah Guru Bimbingan dan Konseling (MGBK) Jambi sukses menggelar kegiatan rutin bulanan dengan nuansa yang berbeda. Bertempat di tengah kesegaran Hutan Kota Muhammad Sabki , para Guru BK berkumpul untuk mendalami materi vital: 7 Kebiasaan Anak Indonesia Hebat (7KAIH) . Kegiatan yang berlangsung mulai pukul 08.30 hingga 13.00 WIB ini menjadi bukti komitmen MGBK Jambi dalam meningkatkan profesionalisme dan kontribusi nyata pada pembentukan karakter siswa. 📢 Semangat Pembukaan di Bawah Rindangnya Pepohonan Suasana Hutan Kota yang asri menjadi latar belakang yang sempurna untuk memulai sesi ini. Rangkaian pembukaan berjalan lancar dan penuh makna: Pembukaan Resmi dan Visi MGBK: Acara dibuka langsung oleh Ketua MGBK, Bapak Turyono, S.Pd . Beliau menyoroti pentingnya kebiasaan positif sebagai fonda...