RPL Layanan Bimbingan Klasikal Terdiferrensiasi
RENCANA PELAKSANAAN LAYANAN
BIMBINGAN DAN KONSELING
(Berdiferensiasi, KSE, dan Budaya Positif)
Oleh: Turyono, S.Pd.
(NIP : 199107252019031015 )
Pemetaan Kebutuhan Belajar Murid :
Profil Belajar
Kesiapan Belajar
Implementasi Pembelajaran Sosial dan Emosional untuk Murid.
Ide Implementasi Pembelajaran Sosial dan Emosional untuk Murid Pada Rencana Pelaksanaan Layanan Klasikal yaitu Kesadaran Diri, Managemen Diri, Keterampilan Relasi dan Pengambilan Keputusan yang Bertanggung Jawab.
Capaian Layanan
Mempersiapkan diri, menerima dan bersikap positif serta dinamis terhadap perubahan fisik dan psikis yang terjadi pada diri sendiri untuk kehidupan yang sehat
D. Tujuan Umum
Tujuan Umum yang ingin dicapat dalam pelaksanaan layanan ini yaitu Murid mampu menganalisis bentuk-bentuk perilaku jujur dan nantinya dapat membiasakan diri untuk berperilaku jujur pada lingkup akademik
E. Tujuan Khusus
Murid mampu menyimpulkan pengertian kejujuran akademik (C5) (KSE : Managemen Diri).
Murid mampu mengklasifikasikan bentuk-bentuk perilaku jujur dan tidak jujur pada lingkup akademik (A4) (KSE : Kesadaran Diri)
Murid mampu menentukan cara agar terhindar dari perilaku tidak jujur pada lingkup akademik (P5) (KSE : Pengambilan Keputusan yang Bertanggung Jawab)
F. Metode dan Tehnik
Metode Pembelajaran yang digunakan yaitu Problem Based Learning (PBL) dengan Alur Merdeka
G. Media Pembelajaran, Alat, dan Sumber Belajar
Media dan Bahan : Gambar, Lembar Uraian Materi, LKPD, Video “Era Ujian dengan Jujur”, Kertas A4, Alat Tulis dan Chroomebook
Sumber :
Djamaluddin, Ahdar dan Wardana. 2019 Belajar dan Pembelajaran : 4 Pilar Peningkatan Kompetensi Pedagogik. CV Kaafah Learning Center. Sulawesi Selatan
Alkhoiroti, Fajrin Nisa.2013.Kejujuran Akademik dan Non Akademik Siswa SMP Bukit Indah Lawu. Fakultas Psikologi dan Agama Islam : Universitas Muhammadiyah Surakarta.
Astrini, Tyas Ayu.2015. Kejujuran Akademik Pada Siswa Laki-Laki dan Perempuan. Fakultas Psikologi : Universitas Muhammadiyah Surakarta.
Ungusari, Erlisia.2015.Kejujuran dan Ketidakjujuran Akademik P
ada Siswa SMA yang Berbasis Agama. Fakultas Psikologi : Universitas Muhammadiyah Surakarta.
Baswedan, Anies. Ini Era Baru, Era Ujian dengan Jujur. Youtube, Anies Baswedan. 10 April 2015. https://www.youtube.com/watch?v=SkWlm0kF
H. Langkah-langkah Pelaksanaan Layanan
Penilaian Hasil Pelaksanaan Layanan
Penilaian Sikap (observasi sikap selama mengikuti kegiatan dan ketepatan pengumpulan tugas)
Penilaian Pengetahuan (menunjukkan kemampuan dan pengetahuan dalam menganalisis topik layanan yang diberikan)
J. Lampiran :
Materi Layanan
Lembar Kerja Peserta Didik (LKPD)
Instrumen Penilainan
Media yang Di Gunakan
Mengetahui Muaro Jambi, Juli 2024
Kepala Sekolah Guru BK
Moch. Saiful Arif, S.Pd Turyono, S.Pd
NIP. 196408281997021001 NIP. 199107252019031015
Lampiran 1. Materi Layanan
Materi
Bimbingan Konseling Kelas IX Semester Gasal
Belajar Asik dengan Kejujuran Akademik
“Layanan klasikal”
Turyono, S.Pd
Tujuan Layanan
Tujuan Umum :
Murid mampu menganalisis bentuk-bentuk perilaku jujur dan nantinya dapat membiasakan diri untuk berperilaku jujur pada lingkup akademik.
Tujuan Khusus :
Murid mampu menyimpulkan pengertian kejujuran akademik (C5)
Murid mampu mengklasifikasikan bentuk-bentuk perilaku jujur dan tidak jujur pada lingkup akademik (A4)
Murid mampu menentukan cara agar terhindar dari perilaku tidak jujur pada lingkup akademik (P5)
Belajar Asik dengan Kejujuran Akademik
Pengertian Kejujuran Akademik
Ananda sekalian sudah tau belum apa itu kejujuran akademik ? atau Ananda pernah melakukan perilakutidak jujur atau tidak ? Nah sebelum kita membahas kejujuran lebih lanjut yok kita bahas sedikit mengenai belajar. Apa sih yang dimaksud dengan belajar?
Belajar
Belajar adalah salah satu proses yang dilakukan seseorang untuk mendapatkan pemahaman baru atau keterampilan dan pengalaman baru. Nah kalau menurut ahli (Djamaluddin dan Wardana,2019) mengartikan belajar yaitu sebagai segala aktivitas psikis yang dilakukan oleh setiap individu sehingga tingkah lakunya berbeda antara sebelum dan sesudah belajar. Perubahan tingkah laku atau tanggapan, karena adanya pengalaman baru, memiliki kepandaian/ ilmu setelah belajar, dan aktivitas berlatih.
Menurut Menurut Thursan Hakim (Djamaluddin dan Wardana,2019), definisi belajar adalah suatu proses perubahan di dalam kepribadian manusia yang ditunjukkan dalam bentuk peningkatan kualitas dan kuantitas tingkah laku seperti peningkatan kecakapan, pengetahuan, sikap, kebiasaan, pemahaman, ketrampilan, daya fikir, dan kemampuan lainnya.
Nah dari pembahasan diatas ananda sudah bisa menyimpulkan kan apa itu belajar. Jika dihubungkan dengan kegiatan disekolah, dalam belajar kita harus memilki salah satu hal penting untuk mendapatkan sesuatu pemahaman, pengalaman dan keterampilan baru yaitu sikap jujur. Kenapa penting ? karena dalam nilai keberhasilan dalam belajar sampai sekarang masih banyak siswa disekolah melakukan tindakan tindak jujur dalam menjawab soal-soal ujian maupun ulangan. Masih banyak siswa yang melakukan perilaku tidak jujur (kecurangan) dalam menjawab soal-soal yang diberikan guru. Nah tapi semoga Ananda-ananda semua sudah tidak melakukan hal itu ya, terlebih kedepannya jika sudah memahami tentang kejujuran dalam ruang lilngkup akademik Ananda semua bisa belajar dengan asik tanpa melakukan kecurangan.
Kejujuran Akademik
Berikut ini pada kegiatan layanan klasikal kita akan membahas topik mengenai mencontek yaitu “Belajar Asik dengan Kejujuran Akademik”. Nah jujur atau kejujuran itu adalah perilaku yang diikuti dengan hati yang lurus (ikhlas), berbicara sesuai dengan kenyataan, berbuat sesuai bukti, kebenaran (tidak bohong), dapat dipercaya, bersikap adil, tidak mencuri serta sifat-sifat terpuji lainya. Orang yang memiliki sifat jujur perkataannya selalu dapat dibuktikan dengan perilakunya. Dengan demikian kejujuran merupakan salah satu unsur kekuatan spiritual, akhlak mulia, serta kepribadian (Alkhoiroti, 2013).
Dalam hal lingkup akademik, kejujuran adalah hal yang paling penting ditumbuhkan dalam diri peserta didik disekolah. Dalam konteks ujian, Ananda sebagai peserta didik disekolah diharuskan mematuhi aturan yang sudah ditentukan oleh sekolah. Ananda harus menjawab soal-soal ujian berdasarkan jawaban dari pemahaman diri sendiri bukan dari petunjuk teman atau melihat buku catatan. Kejujuran akademik ini menunjukkan integitras Ananda sebagai pelajar yang berkarakter baik dan akhlak mulia.
Kejujuran akademik adalah suatu perilaku dalam lingkup akademik yang dilakukan dengan mengedepankan kebenaran atau kenyataan yang ada, tidak berbuat curang atau berbohong, berkata yang sebenarnya, tidak menyembunyikan suatu informasi apapun, serta bertindak sesuai dengan peraturan yang ditetapkan di lingkungan sekolah (Ungusari, 2015). Kejujuran merupakan salah Kejujuran merupakan satu perilaku terpuji (Akhlaqul karimah). Karena itulah tujuan utama sebuah pendidikan sendiri adalah untuk membentuk karakter jujur, sebab kejujuran adalah modal dasar dalam kehidupan bersama dan kunci menuju keberhasilan. Melalui kejujuran peserta didik dapat mempelajari, memahami, dan mengerti tentang keseimbangan dan keharmonisan (Alkhoiroti, 2013).
Dari pengertian tersebut Ananda semua bisa menyimpulkan nggak apa itu kejujuran akademik ? Nah kejujuran akademik berarti perilaku dalam lingkup akademik yang dilakukan seseorang dengan kebenaran dan dapat dipercaya serta bertindak sesuai dengan peraturan yang ada tanpa melakukan tindakan yang curang dan berbohong dengan keadaan yang sebenarnya.
Mencontek adalah salah satu contoh perilaku yang tercela karena melakukan cara yang tidak jujur, curang dan tidak menunjukkan landasan perilaku etis dan tentunya melanggar aturan dan norma. Walaupun kadang saat kita mencontek tidak ketahuan oleh
guru atau pengawas, tetapi apa yang kita lakukan pasti dilihat oleh Tuhan YME. Nah kalau sudah menyangkut hal itu berarti kita tidak bisa mencerminkan perilaku yang baik.
Bentuk-bentuk Perilaku Jujur Dan Tidak Jujur Dalam Lingkup Akademik
Baiklah Ananda-Ananda, setelah kita tadi sudah membahas mengenai kejujuran akademik, berikut ini akan dipaparkan bentuk bentuk perilaku jujur dalam lingkup akademik dan perilaku tidak jujur dalam lingkup akademik.
Bentuk-bentuk perilaku jujur dalam lingkup akademik (Alkhoiroti.2013) yaitu
Berkata benar,
Bertindak benar,
Mengakui kesalahan,
Menuntut keadilan,
Mempertahankan keadilan,
Menolak berbuat curang,
Berusaha atas upaya sendiri dan
Berusaha mencari informasi yang benar
Bentuk-bentuk perilaku jujur dalam lingkup akademik McCabe (dalam Astrini.2015) yaitu :
Bekerja sama dengan orang lain tetapi mengaku mengerjakannya sendiri;
Mengutip dari suatu sumber tertulis dan atau sumber online tetapi tidak mencantumkannya di daftar pustaka;
Mendapatkan bocoran pertanyaan atau jawaban tes dari orang lain; (d) menerima bantuan saat mengerjakan tugas;
Memalsukan data penelitian;
Menggunakan alasan palsu agar dapat menunda mengumpulkan tugas;
Memalsukan daftar pustaka;
Menyontek;
Membantu teman mengerjakan ujian atau tes;
Menyalin makalah milik orang lain;
Menyalin sebagian besar tulisan;
Menyalin hasil tes milik orang lain dan diketahui oleh orang tersebut;
Membawa contekan saat ujian;
Hanya setor nama saat tugas kelompok; dan
Menyalin sebagian besar tulisan di web
Davis, Drinan dan Gallant mendefinisikan perilaku curang merupakan “deceiving or depriving by trickery, defrauding misleading or fool another”. Kalimat tersebut jika dikaitkan pada istilah kecurangan akademik menjadi suatu perbuatan yang dilakukan oleh siswa untuk menipu, mengaburkan atau mengecoh pengajar hingga pengajar berpikir bahwa pekerjaan akademik yang dikumpulkan adalah hasil pekerjaan siswa tersebut. (Astrini.2015)
Cara Agar Terhindar Dari Perilaku Tidak Jujur Dalam Lingkup Akademik
Nah Ananda semua, setelah tahu bentuk-bentuk perilaku tidak jujur dalam lingkup akademik apa yang sekarang akan Ananda lakukan ? Karena itu termasuk perbuatan yang tidak terpuji, ayok mulai dari sekarang berusaha untuk tidak melakukan perbuatan yang mengarah keperilaku tidak jujur tersebut ya. Dan berikut ini kita akan dibahas beberapa cara agar terhindar dari perilaku tidak jujujur dalam lingkup akademik, antara lain :
Menjaga dan mempertahankan kejujuran baik pada situasi atau kondisi apapun.
Saat ulangan harian ataupun ujian, sebaiknya dipersiapkan jauh sebelum saatnya tiba dan belajar lagi materi yang diberikan sehingga dapat tetap mengingat materi yang diajarkan.
Tetap percaya pada kemampuan diri sendiri tanpa mengandalkan orang lain,
Mengikuti perilaku yang baik dan mengabaikan perilaku yang buruk,
Selalu ingat pada orang tua, dan berdoa kepada Allah SWT agar diberi kemudahan dan kelancaran.
Daftar Pustaka
Djamaluddin, Ahdar dan Wardana. 2019 Belajar dan Pembelajaran : 4 Pilar Peningkatan Kompetensi Pedagogik. CV Kaafah Learning Center. Sulawesi Selatan
Alkhoiroti, Fajrin Nisa.2013.Kejujuran Akademik dan Non Akademik Siswa SMP Bukit Indah Lawu. Fakultas Psikologi dan Agama Islam : Universitas Muhammadiyah Surakarta.
Astrini, Tyas Ayu.2015. Kejujuran Akademik Pada Siswa Laki-Laki dan Perempuan. Fakultas Psikologi : Universitas Muhammadiyah Surakarta
Ungusari, Erlisia.2015.Kejujuran dan Ketidakjujuran Akademik Pada Siswa SMA yang Berbasis Agama. Fakultas Psikologi : Universitas Muhammadiyah Surakarta.
Lampiran 2 : Lembar Kerja Peserta Didik (LKPD)
LEMBAR KERJA PESERTA DIDIK
“Belajar Asik dengan Kejujuran Akademik”
Latihan 1. Identifikasi perilaku jujur dalam lingkup akademik
Lengkapilah pernyataan di bawah ini sesuai dengan kondisi Anda!
Coba Ananda sebutkan contoh perilaku-perilaku jujur dalam bidang akademik?
Coba Ananda sebutkan perilaku jujur apa saja yang pernah Ananda lakukan?
Latihan 2. Identifikasi perubahan perilaku dalam belajar dengan kejujuran akademik
Setelah mempelajari materi layanan, jawablah pertanyaan di bawah ini!
Beberapa hal yang saya ketahui tentang perilaku tidak jujur dalam bidang akademik.
Beberapa hal yang saya lakukan untuk menghilangkan perilaku tidak jujur dalam bidang akademik.
Latihan 3. Penyusunan rencana perbaikan sikap yang berorientasi pada kejujuran, kemandirian dan sportifitas.
Jawablah pertanyaan atau pernyataan di bawah ini !
Coba Ananda tuliskan cara yang akan dilakukan untuk terhindar dari perilaku tidak jujur dalam lingkup akademik.
Lampiran 3 : Evaluasi Proses
PENILAIAN PROSES
PEDOMAN OBSERVASI LAYANAN klasikal
Identitas
Kelas : ……………………………………………………………………………………
Topik Layanan : Belajar Asik Dengan Kejujuran Akademik
Tanggal Pelaksanaan Layanan : ……………………………………………………………………………………
Petunjuk Pengisian
Berilah tanda centang (v) pada kolom pilihan di bawah ini sesuai dengan apa yang terjadi selama proses layanan bimbingan klasikal : Sangat Tidak Sesuai (STS); Tidak Sesuai (TS); Sesuai (S); Sangat Sesuai (SS).
Pernyataan nomor 1-4 diisi sesuai dengan jumlah konseli yang aktif selama proses layanan.
STS : Siswa aktif 0-25%
TS : Siswa aktif 26-50%
S : Siswa aktif 51-75%
SS : Siswa aktif 76-10%
Observer
…………………………,
Lampiran 3. Instrumen Penilaian : Penilaian hasil
PENILAIAN HASIL
ANGKET LAYANAN klasikal
Identitas
Nama Lengkap : ………………………………………………………………………………………………………………………………………………
Kelas : ………………………………………………………………………………………………………………………………………………
Topik Layanan : Belajar Asik Dengan Kejujuran Akademik
Tanggal Layanan : ………………………………………………………………………………………………………………………………………………
Pertanyaan
Pengenalan
Tuliskan kesimpulan menurut anda sendiri mengenai kejujuran akademik!
Tuliskan contoh jujur dalam lingkup akademik!
Akomodasi
Berilah tanda centang (v) pada kolom dibawah ini : Sangat Tidak Sesuai (STS); Tidak Sesuai (TS); Sesuai (S); Sangat Sesuai (SS)
Tindakan
Ceritakan cara-cara yang akan anda lakukan untuk menghilangkan perilaku tidak jujur dalam lingkup akademik
Konseli
………………………………..
Lampiran 4 : Media Layanan
Link Video “Ini Era Baru, Era Ujian Dengan Jujur” https://www.youtube.com/watch?v=SkWlm0kFD3Y Source Youtube : Anies Baswedan
Rancangan media layanan yang digunakan pada layanan klasikal yaitu berupa gambar gambar yang berkaitan dengan perilaku kejujuran akademik. Berikut contoh media gambar yang akan digunakan pada saat layanan klasikal.
Gambar 1.
Gambar 2
Gambar 3
Gambar 4
Gambar 5
Gambar 6
Gambar 7
Gambar 8
Gambar 9
Gambar 10
Lampiran 4 : Media Layanan
Link Video “Ini Era Baru, Era Ujian DenganJujur” https://www.youtube.com/watch?v=SkWlm0kFD3Y Source Youtube : Anies Baswedan
Rancangan media layanan yang digunakan pada layanan klasikal yaitu berupa gambar gambar yang berkaitan dengan perilaku kejujuran akademik. Berikut contoh media gambar yang akan digunakan pada saat layanan klasikal.
Gambar 1.
Gambar 2
Gambar 3
Gambar 4
Gambar 5
Gambar 6
Gambar 7
Gambar 8
Gambar 9
Jurnal Penilaian Sikap *(KSE, Spritual, dan Budaya Positif)
Lembar Refleksi Diri Kegiatan Berpasangan/Kelompok
Panduan refleksi (catatan anekdotal):
Yang saya pelajari agar kegiatan kerja berpasangan/kelompok dapat berjalan dengan baik.
……………………………………………………………………………………………………………………
……………………………………………………………………………………………………………………
……………………………………………………………………………………………………………………
Yang akan saya tingkatkan dalam kegiatan kerja berpasangan/kelompok selanjutnya.
……………………………………………………………………………………………………………………
……………………………………………………………………………………………………………………
……………………………………………………………………………………………………………………
Catatan Penting:
LKPD telah tersedia di PMM, atau bisa dimodifikasi sesuai kebutuhan; berisi kegiatan-kegiatan PD untuk mengerjakan tugas- tugas tertentu sesuai dengan capaian pembelajaran yang harus dicapai PD; menekankan pada latihan,tugas atau soal-soal saja;
Komponen lengkap LKPD berisi: Identitas; Uraian singkat isi pembelajaran; Soal-soal; Rambu- rambu/Petunjuk pengerjaan, serta Kesimpulan.
Aspek dan deskripsi penilaian disesuaikan dengan asesmen
Format RPP tidak ada yang baku. Pendidik dapat mengembangkannya sesuai kebutuhan dan kreasi pendidik
Materi pelajaran telah tersedia di PMM dan sebaiknya diperkaya lagi dari sumber atau referensi lainnya.
Beberapa alternatif yang dapat dilakukan Murid dalam kegiatan pembuka/ awal /pendahuluan rutin ini diantaranya adalah:
Berdoa
Latihan bernapas dengan berkesadaran penuh
Mengambil jeda secara fisik dan mental dengan latihan STOP (Stop, Take A Breath, Observe, Proceed)
Membacakan cerita pendek (humoris/inspiratif/dll)
Mendongeng
Memperdengarkan musik instrumental yang membangun ketenangan
Menyanyikan lagu bersama-sama
Melakukan kegiatan relaksasi/peregangan otot (khususnya setelah duduk dalam waktu yang cukup lama selama pembelajaran daring
Menulis jurnal (misalnya: tentang apa yang dirasakan, apa tujuan yang ingin dicapai hari ini, dll)
Memberikan waktu 2 menit untuk berbincang-bincang dengan teman sebangku atau yang duduk di depan/di sebelah
Melakukan dialog ringan tentang topik yang sedang hangat atau menarik perhatian murid-murid
PERMAINAN
❏ Permainan dapat menjadi medium pembelajaran sosial emosional yang baik
PENILAIAN:
Penilaian akan dilakukan secara on-going dengan menggunakan strategi observasi dan selected response assessment. Alat penilaian untuk observasi adalah checklist dan Alat penilaian untuk selected response assessment adalah tes tertulis dalam lembar kerja /LKPD.
REFLEKSI:
❏ Refleksi Murid adalah alat penilaian formatif yang sangat berguna untuk pendidik. Pastikan kegiatan ini dirancang dengan baik dan dengan pertanyaan-pertanyaan pemandu/pemantik yang dapat memberikan guru informasi tentang sejauh mana murid telah menunjukkan kemajuan. Dalam kerangka pembelajaran berdiferensiasi, informasi ini sangat berharga untuk menentukan kebutuhan belajar murid dan strategi pembelajaran selanjutnya.
❏ Refleksi Murid juga merupakan kesempatan bagi Murid untuk menumbuhkan dan menguatkan KSE kesadaran diri (mengenali perasaan, minat dan kekuatan dirinya), pengelolaan diri (mengelola emosi dan fokus, mengenali strategi untuk mencapai tujuannya), kesadaran sosial (mendengarkan hasil refleksi temannya), pengambilan keputusan yang bertanggung jawab (mengidentifikasi hal penting bagi dirinya dan pilihan diri untuk meningkatkan hasil pembelajaran)

Komentar
Posting Komentar