CATATAN LOKAKARYA 3
Oleh PP Nanang Sriyadi, Winarto dan Turyono
DAFTAR ISI
1. Peserta
2. Aktivitas pembelajaran
3. Pembukaan
4. Penyampaian Tujuan Lokakarya 3
5. Penyampaian Agenda Lokakarya 3
6. Membuat Kesepakatan Kelas
7. Simulasi Pembelajaran Berdiferensiasi
8. Praktik Mindfulness
9. Integrasi Kompetensi Sosial Emosional dalam Rencana Pembelajaran
10. Membuat Rencana Berbagi Pengalaman Belajar Konsep Pembelajaran Berdiferensiasi dan Kompetensi Sosial Emosional
11. Penutup
12. Produk yang dihasilkan
Lokakarya 3 Guru Penggerak Angkatan 11 Kabupaten Muaro Jambi dilaksanakan pada tanggal 14 September 2024 bertempat di SMP Negeri 9 Muaro Jambi, Kecamatan Sungai Gelam, Kabupaten Muaro Jambi. Pada sesi ini seluruh CGP yang berjumlah 39 orang, Pengajar Praktik 8 orang, Unsur dari Dinas Pendidikan sebanyak 2 orang, dan dari BGP Provinsi Jambi sebanyak 3 orang. Dalam sesi pembukaan tersebut, acara diawali dengan menyanyikan lagu Indonesia Raya dan Mars Guru penggerak. Kegitaan Selanjutnya dilanjutkan dengan sambutan dari Kepala SMP Negeri 9 Muaro Jambi oleh Bapak Muhajirin, S.Pd., M.Pd., dilanjutkan dengan sambutan Perwakilan Kepala Balai Guru Penggerak Jambi yang disampaikan oleh Bapak Sujono, S.Pd., M.Pd. Dalam sambutannya, beliau berpesan kepada para CGP untuk tetap semangat menjalani proses Pendidikan selama 6 bulan, dan kompetensi yang harus diimplementasikan dari pembelajaran guru penggerak dalam lingkungan sekolah Beliau juga menegaskan bahwa para CGP untuk tetap bisa saling berkordinasi dan berkomunikasi dengan baik dengan pihak-pihak terkait. Jangan sampai dengan mengikuti program ini, timbul sikap sombong dan egois di diri CGP. Namun, justru sebaliknya CGP harus mampu menjadi contoh bagi rekan-rekannya yang lain. Baik dalam hal keprofesionalan bekerja maupun dalam bersikap.
Sambutan berikutnya disampaikan oleh Bapak Adi, S.H., M.H sebagai kepala bidang PKt mewakili Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Muaro Jambi. Selaku pihak penanggung jawab kegiatan program ini, beliau memberi apresiasi setinggi-tingginya kepada para Calon Guru Penggerak karena sangat terlihat antusias dan bersemangat mengikuti program Guru Penggerak ini. Pada kesempatan tersebut, beliau juga kembali menyampaikan komitmen Dinas Pendidikan Kabupaten Muaro Jambi untuk memprioritaskan para Guru Penggerak dalam hal peningkatan karier seperti Pengangkatan Kepala Sekolah dan Pengawas Sekolah sesuai dengan program dan sistem yang berlaku serta tantangan tantangan yang dihadapi. Di akhir sambutannya, beliau juga membuka acara lokakarya 3 secara resmi.
Kegiatan Selanjutnya adalah kegiatan pembelajaran yang dilakukan di kelas masing-masing dengan membagi menjadi tig akelas yaitu kelas A, B dan kelas C. Di Kelas A terdiri dari kelompok pengajar praktik Bapak Turyono, S.Pd., Bapak Nanang Sriyadi, S.Pd. dan Bapak Winarto, S.Pd. yang teridiri dari 14 peserta. Lalu Kelas B Besama Bapak Ary Cahyo, Ibu Indah Wahyuni dan Bapak Maulana Hardy sedangkan Kelas B di Pandu oleh Bapak Rahmad Wijaya dan Pak Riko Hardona.
Kegiatan Pembelajaran Di Kelas A
PEMBUKAAN :
Kegiatan pembukaan dipimpin oleh Bapak WInarto, S.Pd. dengan salam, menanyakan kabar sebagai bentuk kompetensi sosial emosional, dilanjutkan dengan kegiatan ice breaking dengan permainan pesan berantai dengan gerakan, ice breaking dilaksanakan dengan antusias oleh para CGP.
Setelah pembukaan, Pengajar Praktik Bapak Winarto dilanjutkan dengan penyampaian tujuan lokakarya. Adapun tujuan Lokakarya 3, yaitu:
Calon Guru Penggerak mampu mendemonstrasikan pemahaman tentang pembelajaran berdiferensiasi.
Calon Guru Penggerak mampu mendemonstrasikan pemahaman mengenai mindfulness dan integrasi 5 kompetensi sosial emosional dalam praktik mengajar.
Calon Guru Penggerak merencanakan strategi berbagi dengan rekan sejawat mengenai pembelajaran berdiferensiasi dan kompetensi sosial emosional.
Dilanjutkan dengan penyampaian Agenda lokakarya 3, yaitu:
Pembukaan
Simulasi pembelajaran berdiferensiasi.
Praktik mindfulness.
Praktik integrasi 5 kompetensi sosial emosional dalam rencana pembelajaran.
Membuat rencana berbagi pengalaman belajar konsep pembelajaran berdiferensiasi dan kompetensi sosial emosional.
Penutup.
Agar kelas berjalan kondusif, maka peserta bersama Pengajar Praktik (PP) membuat kesepakatan kelas. Adapun kesepakatan kelas yang disusun, yaitu:
Menghargai sesama peserta dan pengajar praktik
Satu berbicara, semua mendengarkan
Tepat waktu
Berpartisipasi aktif
Fokus pada sesi belajar
2. SIMULASI PEMBELAJARAN BERDIFERENSIASI
Kegiatan praktik pembelajaran berdiferensiasi dimulai oleh pengajar praktik Nanang Sriyadi, dimulai dengan menyampaikan aturan main praktik pembelajaran berdiferensiasi yaitu Satu orang sebagai guru yang akan melakukan simulasi mengajar yang menerapkan pembelajaran berdiferensiasi diperankan oleh ibuk Yeni Wisyanti, S.Pd., dua orang sebagai observer yaitu Ibu Sri Hastuti dan Ibu Nurhasanah S.Pd., dan sisanya sebagai murid.
Pengajar praktik mempersilahkan ibu Yeni Widyanti S.Pd. untuk melakukan simulasi, dan simulasi dimulai dengan baik. Pengajar praktik mengingatkan pelaksanaan waktu sampai akhir waktu simulasi selama 45 menit
Pengajar praktik mengapresiasi seluruh CGP sesuai perannya dan mempersilahkan observer menyampaikan hasil pengamatan sesuai dengan rubrik yang berisi kegiatan yang mencerminkan diferensiasi konten, proses dan produk dan ditanggapi oleh pemeran sebagai guru Ibu Yeni Widyanti dan CGP Lainnya.
Kegiatan dilakukan dengan refleksi terbimbing yang dipimpin oleh pengajar praktik bapak Turyono, S.Pd. dan Bapak Winarto, S.Pd dengan teknik CGP dibentuk dalam bentuk lingkaran dan para CGP menyampaikan pemahaman tentang pembelajaran berdiferensiasi dengan 4 katat dengan kalimat pemantik “ Pembelajaran Berdiferensiasi itu …..”
3. ISTIRAHAT
4. PRAKTIK MINDFULLNESS DAN REFLEKSI
Pengajar praktik Bapak Winarto S.Pd., menyiapkan lembar panduan praktik mindfulness, kemudian Pengajar Praktik memberikan penjelasan sesi praktik mindfulness kepada calon guru penggerak, yaitu Latihan Teknik STOP, Mendengar dengan Sadar (Mindful Listening), dan Melihat dengan Sadar (mindful seeing).
Pengajar Praktik Bapak Winarto memandu jalannya praktik mindfulness sesi 1 yaitu teknik STOP.
Pengajar Praktik memfasilitasi sesi refleksi setelah praktik mindfulness sesi 1.
Pengajar Praktik memandu jalannya praktik mindfulness sesi 2 yaitu Latihan mendengar dengan sabar
Pengajar Praktik memfasilitasi sesi refleksi setelah praktik mindfulness sesi 2.
Pengajar Praktik memandu jalannya praktik mindfulness sesi 3 yaitu melihat dengan sabar
Pengajar Praktik memfasilitasi sesi refleksi setelah praktik mindfulness sesi 3.
5. PRAKTIK INTEGRASI KOMPETENSI SOSIAL EMOSIONAL DALAM RENCANA PEMBELAJARAN
Pengajar Praktik bapak Turyono S.Pd. Memandu kegiatan ini dengan diawali dengan membagi CGP menjadi 5 kelompok, masing masing berisi 3 CGP.
Setiap kelompok bertugas memilih satu RPP yang akan didiskusikan untuk dimasukkan kompetensi sosial emosional.
Pengajar praktik memilih satu kelompok untuk melakukan simulasi pembelajaran yang sudah memasukkan kompetensi sosial emosional dengan memilih salah satu CGP dan lainnya menjadi observer
Setelah selesai simulasi, pengajar praktik mempersilahkan observer menyampaikan hasil pengamatannya
Pengajar praktik memberikan reviu dan penguatan.
Pengajar Praktik memberikan apresiasi atas simulasi mengajar yang telah dijalankan.
6. STRATEGI BERBAGI HASIL PEMBELAJARAN
Pengajar Praktik menyampaikan tugas diskusi pada sesi ini, yaitu berdiskusi bersama-sama bagaimana strategi berbagi dengan rekan sejawat Bapak Ibu di sekolah masing-masing terkait hal-hal yang sudah bapak ibu dapatkan di program guru penggerak ini.
Pengajar praktik membagi calon guru penggerak menjadi 3 kelompok.
Pengajar praktik meminta setiap kelompok berdiskusi menentukan strategi berbagi dengan rekan sejawat.
Setelah diskusi selesai, setiap kelompok diminta presentasi hasil diskusi masing- masing.
Pengajar praktik memberikan reviu dan penguatan.
Pengajar Praktik memberikan apresiasi atas proses diskusi yang telah dijalankan.
7. PENUTUP LOKAKARYA
Pengajar Praktik memulai sesi penutup dengan membagikan sticky notes. Dalam sticky notes tersebut silakan dituliskan jawaban :
Bagaimana perasaan Bapak Ibu setelah mengikuti sesi lokakarya 3 ini?
Apa saja yang telah Bapak Ibu pelajari di sesi Lokakarya ini?
Bagaimana Bapak Ibu menerapkan pembelajaran tersebut di sekolah Bapak Ibu bertugas?
2 Perwakilan Calon Guru Penggerak berbagi apa yang dituliskan secara langsung.
Pengajar praktik memberikan benang merah bahwa lokakarya 3 ini berhubungan dengan standar isi, standar proses, standar penilaian Pendidikan, dan standar kompetensi lulusan.
Pengajar Praktik memberikan apresiasi kepada semua Calon Guru Penggerak atas proses pembelajaran yang sudah dilalui.
7. LAMPIRAN DAN PRODUK HASIL LOKAKARYA

Komentar
Posting Komentar