Langsung ke konten utama

 



Refleksi Akhir Komprehensip & Rencana Tindak Lanjut













Oleh: Turyono, S.Pd

Mahasiswa PPG Dalam Jabatan

Pendidikan Bimbingan dan Konseling

LPTK Universitas Negeri Semarang


Alhamdulillah Pelaksanaan Aksi pelaksanaan layanan Ke 1 dan 2 yang bertempat di SMPN Satu Atap 1 Maro Sebo dengan pelaksanaan layanan aksi 1 layanan dasar dan aksi 2 layanan responsif. Untuk layanan dasar, yaitu layanan bimbingan klasikal dengan topik “Mengenal Emosi dan Cara Mengendalikannya” sudah dilaksanakan pada hari Senin 29 Agustus 2022 pukul 09.00 s.d 10.30 dan untuk layanan responsif, yaitu layanan konseling individu dilaksanakan pada hari Jumat, 16 September 2022 pukul 08.00 s.d 09.30 dengan segala keterbatasan dan kemampuan pelaksanaan layanan bisa berlangsung dengan cukup baik dari mulai kegiatan awal, kegiatan inti dan kegiatan penutup dapat didokumentasikan dalam bentuk rekaman video.

Pada waktu pelaksanaan kegiatan layanan aksi 1 karena pertama kali karena direkam jadi agak sedikit canggung dalam kegiatan layanan dan untuk pelaksanaan layanan aksi ke 2 juga begitu tapi Alhamdulillah peserta didi partisipasi aktif dalam kegiatan layanan yang dilaksanakan. Walaupun dengan metode pelaksanaan layanan yang baru bagi peserta didik dan dengan penggunaan media pelaksanaan layanan yang menarik terlihat minat dan perhatian peserta didik cukup baik dalam mengikuti kegiatan layanan.

Dalam pelaksanaan rencana aksi ke 1 ada beberapa tantangan yang dihadapi yaitu diantaranya kendala jaringan internet yang terganggu sehingga proses pelaksanaan layanan terlambat karena waktu pelaksanaan layanan 1 ini diliput langsung oleh dosen dan guru pamong.  

Pada pelaksanaan setiap kegiatan pelaksanaan layanan baik aksi ke 1 guru mengawali dengan apersepi memberikan pertanyaan pemantik bagi peserta didik, Kemudian guru mengajak peserta didik menonton video pembelajaran (mmateri topik layanan) menggunakan perangkat chromeebook dan meminta peserta didik menyimak dengan baik. Dengan menggunakan metode Cooperative Learning dan Think Pair Share, guru membagi kelas menjadi beberapa kelompok pasangan dan mendiskusikan topik yang sedang dibahas. Lalu satu persatu kelompok pasangan menyampaikan hasil diskusinya didepan kelas.

Pada pelaksanaan layanan ke 2 yaitu layanan konseling individu guru sebagai konselor melaksanakan layanan dengan menggunakan pendekatan layanan konseling kreatif. Namun kendala yang didapat yaitu karena tidak adanya ruang khusu untuk melaksanakan layanan konseling individu sehingga pelaksanaan layanan kurang kondusif. Seperti pada aksi 1, di aksi kedua ini guru masih menggunakan media perangkat chroomebook untuk menunjang pelaksanaan layanan. Dengan selesainya aksi pelaksanaan layanan ke satu dan dua yang alhmadulillah pelaksanaan layanannya bisa berjalan dengan baik walaupun masih ada beberapa kekurangan dalam pelaksanaannya.

Selama kegiatan layanan berlangsung di kelas dengan menggunakan metode Cooperative Learning dan Think Pair Share kelihatan peserta didik aktif berdiskusi dari hasil eksplorasi melalui perangkat chromeebook dan mulai berani untuk mencoba menjawab pertanyaan yang diberikan oleh guru, juga peserta didik fokus memperhatikan tayangan video yang dijadikan tayangannya sebagai sumber belajar Peserta didik antusias dalam mengikuti pelaksanaan layanan karena selama ini kegiatan pembelajaran banyak hanya menggunakan ceramah dan tanya jawab. Selama pelaksanaan layanan di kegiatan pelaksanaan layanan baik ke satu dan dua ini karena ini merupakan pengalaman pertama dan baru bagi guru dan peserta didik dalam memanfaatkan media dan teknologi dalam pelaksanaan layanan, baik guru maupun peserta didik harus bisa menyesuaikan diri untuk bisa memaksimalkan media dan teknologi yang digunakan. Walaupun ada beberapa kendala jaringan internet yang kurang baik tapi bisa diatasi dengan baik.

Setelah melaksanakan pelaksanaan layanan satu dan dua ini dampak yang bisa dihasilkan dan dihasilkan adalah terciptanya suasana belajar yang lebih aktif dan komunikatif, juga kemampuan peserta didik dalam berliterasi melalui media digital semakin baik dan guru pun bisa mempraktekkan dengan baik mteode, tehnik pendekatan dalam layanan bimbingan konseling dengan baik pula. Dengan model pelaksanaan layanan yang dipilih, proses pelaksanaan layanan berpusat pada murid, guru hanya sebagai fasilitator ternyata peserta didik bisa berkolaborasi dengan teman teman yang lain dalam mencari menemukan jawaban atau pertanyaan yang sudah ada dalam Lembar Kerja Peserta Didik (LKPD)

Jadi dengan optimalisasi penggunaan metode, tehnik, pendekatan dan media  pelaksanaan layanan bisa berjalan dengan baik dan lancar sesuai dengan harapan walaupun masih ada beberapa kekurangan dalam pelaksanaannya sehingga untuk kegiatan pelaksanaan layanan kedepannya lebih baik lagi dibandingkan dengan pelaksanaan layanan sekarang yang telah dilaksanakan.


Refleksi. Dari pelaksanaan kegiatan pelaksanaan layanan aksi ke satu dan ke dua ini yang memang masih ada beberapa kekurangan dan kelebihan tentunya, untuk kekurangannya yaitu pada aksi ke 1 yaitu masalah kendala jaringan dan penyesuaian peserta didik dengan metode pembelajaran yang digunakan dan pada pelaksanaan layanan yang ke dua yaitu ruang konseling yang belum ada sehingga pelaksanaan kurang kondusif serta penguasaan pendekatan konseling dari guru masih kurang sehingga dalam menggali masalah pada peserta didik belum begitu mendalam.

Untuk hasil rekaman video kegiatan pelaksanaan layanan untuk cukup baik  namun kualitas rekaman agak sedikit kurang baik karena hanya menggunakan handphone, tapi Alhamdulillah karena saya memiliki keterampilan dapam editing saya bisa sedikit memaksimalkan hasil editing video yang telah dilaksanakan dan hasilnya bisa kirim melalui LMS dengan durasi ediitng video aksi 1 layanan bimbingan klasikal 15 Menit dan aksi 2 layanan konseling individu 12 Menit.

Kelebihan yang nampak karena saya sudah memiliki modal pengalaman mengajar di sekolah, sehingga pada waktu Praktik pelaksanaan layanan, alhamdulillah bisa berjalan dengan baik dan lancar dengan menerapkan model pelaksanaan layanan yang baru, walaupun dengan sarana dan prasarana yang kurang menunjang, dan juga dengan adanya penggunaan perangkat chroomebook membuat peserta didik tertarik dalammengikuti kegiatan layanan.

Kelemahannya kurangnya pemahaman guru mengenai tehnik dasar konseling dalam pelaksanaan layanan konseling individu sehingga pelaksanaan layanan konseling individu masih belum makasimal. Akhirnya, kelemahan dan kekurangan tersebut untuk kedepannya harus diatasi agar dalam melaksanakan kegiatan layanan bimbingan konseling disekolah dapat diperbaiki dan berjalan dengan lebih baik dan maksimal.

Rencana Tindak Lanjut


Setiap rencana atau program yang selesai dilaksanakan membutuhkan Rencana Tindak Lanjut (RTL). Hal ini karena Rencana Tindak Lanjut merupakan salah satu jaminan bagi keberlangsungan dan keberlanjutan rencana atau suatu program dalam hal ini rencana pelaksanaan layanan. Dengan adanya Rencana Tindak Lanjut akan lebih memudahkan dalam implementasi program ke depannya. Untuk bisa menyusun RTL yang baik sesuai rencana program berdasarkan hasil refleksi dan analisis dari pengalaman aksi sebelumnya

Berdasarkan hal-hal tersebut di atas, beberapa RTL yang akan dilaksanakan Setelah Melakukan refleksi akhir PPL program Pendikan Profesi Guru Dalam Jabatan pada aksi pelaksanaan layanan satu dan dua yaitu : 

Pada tahapan Rencana terutama tujuan pelaksanaan layanan harus jelas dan bisa tercapai dalam artian peserta didik dapat dengan mendapatkan layanan sesuai dengan kebutuhannya dan capaian layanan dapat tercapai dengan baik. Kemudian penggunaan metode, tehnik dan pendekatan layanan yang relevan sesuai dengan materi dan tujuan yang diharapkan jadi pelaksanaan layanan yang dilaksanakan dapat sesuai dan berjalan dengan maksimal.

Pada kegiatan inti topik layanan harus bisa sesuai dengan capaian layanan yang ingin dicapai sehingga permasalahan yang dihadapi peserta didik dapat mendapatkan solusi dan dapat dientaskan dengan baik. Dalam kegiatan inti juga pengelolaan kelas harus bisa di lalukan dengan baik dan menyenangkan bagi peserta didik serta dalam proses pelaksanaan layanan juga  berpusat pada peserta didik.

Sedangkan untuk tahapan evaluasi selain pelaksanaan evalusi proses dan evalusai hasil, juga bisa dilakukan evaluasi melalui penilaian obeserver dari seluruh kegiatan pelaksaanaan layanan dari awala sampai akhir agar dapat melihat sejauh mana keberhasilan dari pelaksanaan layanan dan apa saja yang harus diperbaiki agar kedepannya pelaksanaan layanan dapat lebih baik lagi.

Demikian Rencana Tindak Lanjut yang akan dilaksanakan ke depannya. Pelaksanaan masing-masing rencana program disesuaikan dengan situasi dan kondisi di sekolah. Sebelum implementasi RTL terlebih dahulu diperlukan koordinasi dan kolabarosai bersam teman sejawat juga dengan Kepala Sekolah. Tujuannya agar semua rencana program tindak lanjut dapat dilaksanakan dengan sebaik-baiknya.







Komentar

Postingan populer dari blog ini

Semangat Kebersamaan MGBK Muaro Jambi Menuju Sungai Bahar: Membangun Praktik Baik Layanan BK di Sekolah

  Semangat Kebersamaan MGBK Muaro Jambi Menuju Sungai Bahar: Membangun Praktik Baik Layanan BK di Sekolah Muaro Jambi – Suasana penuh semangat dan keakraban mewarnai kegiatan rutin Musyawarah Guru Bimbingan dan Konseling (MGBK) Kabupaten Muaro Jambi pada hari Kamis, 6 November 2025 . Kali ini, pertemuan istimewa tersebut diselenggarakan di SMPN 35 Muaro Jambi, Sungai Bahar , yang lokasinya cukup jauh dari pusat Kota Jambi. Untuk mencapai lokasi, seluruh anggota MGBK menunjukkan kekompakan luar biasa dengan menyewa satu unit bus untuk perjalanan bersama dari Kota Jambi menuju Sungai Bahar. Penuh Energi dan Inspirasi Acara MGBK kali ini mengangkat tema sentral yang sangat relevan, yaitu "Praktik Baik Layanan Bimbingan dan Konseling di Sekolah" dan sesi "Sharing Session tentang Pelaksanaan Layanan BK di Sekolah" . Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan kompetensi, menyamakan persepsi, dan saling berbagi pengalaman positif di antara Guru BK se-Kabupaten Muaro Jam...

TUGAS MEMBUAT BLOG

Untuk siswa kelas 9A, 9B, 9C yang sudah membuat blog diharapkan mengirimkan komentar pada post berikut. dengan contoh Nama : Kelas : Nama Blog Silahkan dikirim pada kolom komentar. paling lambat untuk kelas 9C tanggal 16 Januari 2017 kelas 9A, 9B pada tanggal 18 Januari 2017

🌳 MGBK Muaro Jambi Go Green: Mendalami '7 Kebiasaan Anak Indonesia Hebat' di Hutan Kota Muhammad Sabki

  MGBK Muaro Jambi Go Green: Mendalami '7 Kebiasaan Anak Indonesia Hebat' di Hutan Kota Muhammad Sabki Oleh: Tim Konten MGBK Muaro Jambi Jambi – Pada hari Kamis, 30 Oktober 2025 , Musyawarah Guru Bimbingan dan Konseling (MGBK) Jambi sukses menggelar kegiatan rutin bulanan dengan nuansa yang berbeda. Bertempat di tengah kesegaran Hutan Kota Muhammad Sabki , para Guru BK berkumpul untuk mendalami materi vital: 7 Kebiasaan Anak Indonesia Hebat (7KAIH) . Kegiatan yang berlangsung mulai pukul 08.30 hingga 13.00 WIB ini menjadi bukti komitmen MGBK Jambi dalam meningkatkan profesionalisme dan kontribusi nyata pada pembentukan karakter siswa. 📢 Semangat Pembukaan di Bawah Rindangnya Pepohonan Suasana Hutan Kota yang asri menjadi latar belakang yang sempurna untuk memulai sesi ini. Rangkaian pembukaan berjalan lancar dan penuh makna: Pembukaan Resmi dan Visi MGBK: Acara dibuka langsung oleh Ketua MGBK, Bapak Turyono, S.Pd . Beliau menyoroti pentingnya kebiasaan positif sebagai fonda...