Langsung ke konten utama

Koneksi Antar Materi Modul 2.1 Pembelajaran Untuk Memenuhi Kebutuhan Belajar Murid


 

Koneksi Antar Materi Modul 2.1 

Pembelajaran Untuk Memenuhi Kebutuhan Belajar Murid



Turyono, S.Pd

CGP Angkatan 5 Kabupaten Muaro Jambi

SMPN Satu Atap 1 Maro Sebo

https://youtu.be/ykxCaGKQ248





Kesimpulan Modul 2.1 tentang apa yang dimaksud dengan pembelajaran berdiferensiasi dan bagaimana hal ini dapat dilakukan di kelas Serta bagaimana pembelajaran berdiferensiasi dapat memenuhi kebutuhan belajar murid dan membantu mencapai hasil belajar yang optimal.



  1. Apa yang dimaksud dengan pembelajaran berdiferensiasi


Dari materi pembelajaran yang sudah dipelajari mengenai pembelajaran untuk memenuhi kebutuhan belajar murid, dapat di ambil kesimpulan bahwa pembelajaran berdiferensiasi adalah usaha guru dalam memberikan pembelajaran kepada murid dengan menyesuaikan kebutuhan belajar individu murid yang dapat dilihat dari kesiapan belajar, minat belajar dan profil belajar. Dalam hal ini, dalam melakukan pembelajaran berdiferensiasi, guru harus mempersiapkan cara mengajar berbeda untuk setiap murid-muridnya dan harus bisa merespon pemenuhan kebutuhan belajar muridnya.


  1. Bagaimana pembelajaran berdiferensiasi dapat dilakukan dikelas


Pembelajaran berdiferensiasi ini dapat dilakukan dikelas dengan beberapa strategi yaitu diferensiasi konten, diferensiasi proses dan diferensiasi produk. Diferensiasi konten maksudnya bahan ajar yang bisa diakses murid sesuai dengan kebutuhan bagi anak misal anak yang foundational mendapatkan materi yang sifatnya berupa dasar – dasar, fakta umum, prinsip – prinsip dimana sifat informasi masih di level mendasar sedangkan murid yang transformational, maka bahan ajarnya memungkinkan murid mengembangkan ide misalnya tantangan, research question, pertanyaan pemandu yang dapat mengembangan pemahaaman dan memperluas ide murid. Lalu diferensiasi proses maksudnya mengacu bagaimana murid memahami apa informasi atau materi yang dipelajari, misal murid bekerja mandiri atau berkelompok. Caranya dengan melakukan kegiatan berjenjang, membuat pertanyaan pemandu / tantangan, membuat agenda individual, memvariasikan lama waktu, mengembangkan kegiatan bervariasi, menggunakan pengelompokan fleksibel, dan yang terakhir diferensiasi produk adalah tagihan apa yang diharapkan pada murid, unjuk kerja yang harus diberikan murid, caranya meliputi memberikan tantangan, keberagaman atau variasi dan memberikan pilihan bagaimana murid mengekspersikan pembelajaran yang diinginkan.



  1. Bagaimana pembelajaran berdiferensiasi dapat memenuhi kebutuhan belajar murid dan membantu mencapai hasil belajar yang optimal.


Sebagai guru yang menuntun muridnya mencapai perkembangan yang baik, pembelajaran berdiferensiasi ini dilakukan dengan adanya beberapa tujuan yang ingin dicapai diantaranya yaitu, untuk mencapai tujuan pembelajaran yang dapat didefinisikan secara jelas, untuk merespon kebutuhan belajar setiap individu murid, untuk menciptakan lingkungan belajar yang nyaman bagi murid, dan untuk dapat menciptakan kondisi kelas yang berjalan secara efektif dan untuk dapat membuat penilaian formatif yang dapat digunakan dalam penyesuaian rencana dan proses pembelajaran.


Untuk membenuhi kebutuhan belajar murid dikelas, guru perlu memetakan kebutuhan belajar murid berdasarkan kesiapan belajar, minta belajar dan profil belajar murid. Kesiapan belajar yang dilakukan yaitu guru memberikan tugas yang mempertimbangkan kesiapan murid dalam membawa murid mempelajari materi, konsep dan keterampilan baru dengan lingkungan belajar yang tepat. Minat belajar yang dapat dilakukan guru yaitu menciptakan konteks pembelajaran dengan minat individu murid dan menciptakan situasi pembelajaran yang menarik bagi murid. Lalu untuk profil belajar, yang bisa dilakukan yaitu memberikan kesempatan bagi murid untuk secara alami dan efisien sesuai dengan preferensi lingkungan belajar, preferensi budaya, preferensi gaya belajar, dan preferensi berdasarkan kecerdasan majemuk.

Alasan mengapa pembelajaran berdiferensiasi ini dapat memenuhi kebutuhan belajar murid dan membancu mencapai hasil belajaranya antara lain :

  1. Pembelajaran berdiferensiasi menggunakan pendekatan terhadap konten, proses dan produk.

  2. Pembelajaran berdiferensiasi menggabungkan pembelajaran yang bersifat individu, kelompok dan seluruh kelas.

  3. Pembelajaran berdiferensiasi sesuai dengan kebutuhan murid dan pembelajarannya berpusat pada murid.

  4. Pembelajaran berdiferensiasi menciptakan lingkungan yang nyaman dan kondisi kelas yang efektif.

  5. Pembelajaran berdiferensiasi menjadikan kolaborasi yang baik antara guru dan murid dalam mencapai tujuan pembelajaran secara jelas.



Kaitan Antara Modul 2.1 Pembelajaran Untuk Memenuhi Kebutuhan Belajar Murid Dengan Modul Lain Di Program Pendidikan Guru Penggerak.


Dalam memenuhi kebutuhan belajar murid, guru harus bisa membuat media pembelajaran yang sesuai dengan kebutuhan murid. Hal ini tentu saja selaras dengan filosofi pembelajaran Ki Hadjar Dewantara yang menegaskan bahwa pendidikan harus berpihak pada murid. Begitu pula dengan hal-hal yang dilakukan guru dalam memetakan kebutuhan belajar murid, guru harus menerapkan nilai dan peran guru penggerak dalam kegiatannya. Berkolaborasi dengan guru atau wali murid, inovatif dan kreatif dalam menentukan metode dan media pembelajaran serta menjadi pemimpin pembelajaran. 


Untuk memenuhi kebutuhan belajar murid, guru bisa melakukan rencana perubahan positif dengan menggunakan startegi pendekatan Inquiry Apresiatif dalam menemukan kekuatan-kekuatan apa saja yang dimilikinya dalam melaksanakan pembelajaran berdiferensiasi. Dalam budaya positif, peran guru dalam pembelajaran yaitu menciptakan lingkungan belajar  yang positif agar murid nyaman dalam proses pembelajaran dan tentunya itu sesuai dengan kebutuhan belajar murid berdasarkan profil belajar yang sesuai dengan preferensi lingkungan belajar.


Berarti, antara modul 2.1 mengenai pembelajaran untuk memenuhi kebutuhan belajar murid memiliki keterkaitan yang selaras dengan modul lain dalam program pendidikan guru penggerak, baik itu filosofi pembelajaran KHD, modul nilai dan perang guru penggerak, modul visi guru penggerak dan modul budaya positif. Semoga kedepannya baik saya maupun rekan-rekan calon guru penggerak dapat menerapkan dan mengimplementasikan materi modul-modul dalam program pendidikan guru penggerak ini dengan optimal, baik di kelas maupun dilingkungan sekolah.


#salamcalongurupenggerak
#CGPAngkatan5


Komentar

Postingan populer dari blog ini

Semangat Kebersamaan MGBK Muaro Jambi Menuju Sungai Bahar: Membangun Praktik Baik Layanan BK di Sekolah

  Semangat Kebersamaan MGBK Muaro Jambi Menuju Sungai Bahar: Membangun Praktik Baik Layanan BK di Sekolah Muaro Jambi – Suasana penuh semangat dan keakraban mewarnai kegiatan rutin Musyawarah Guru Bimbingan dan Konseling (MGBK) Kabupaten Muaro Jambi pada hari Kamis, 6 November 2025 . Kali ini, pertemuan istimewa tersebut diselenggarakan di SMPN 35 Muaro Jambi, Sungai Bahar , yang lokasinya cukup jauh dari pusat Kota Jambi. Untuk mencapai lokasi, seluruh anggota MGBK menunjukkan kekompakan luar biasa dengan menyewa satu unit bus untuk perjalanan bersama dari Kota Jambi menuju Sungai Bahar. Penuh Energi dan Inspirasi Acara MGBK kali ini mengangkat tema sentral yang sangat relevan, yaitu "Praktik Baik Layanan Bimbingan dan Konseling di Sekolah" dan sesi "Sharing Session tentang Pelaksanaan Layanan BK di Sekolah" . Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan kompetensi, menyamakan persepsi, dan saling berbagi pengalaman positif di antara Guru BK se-Kabupaten Muaro Jam...

TUGAS MEMBUAT BLOG

Untuk siswa kelas 9A, 9B, 9C yang sudah membuat blog diharapkan mengirimkan komentar pada post berikut. dengan contoh Nama : Kelas : Nama Blog Silahkan dikirim pada kolom komentar. paling lambat untuk kelas 9C tanggal 16 Januari 2017 kelas 9A, 9B pada tanggal 18 Januari 2017

🌳 MGBK Muaro Jambi Go Green: Mendalami '7 Kebiasaan Anak Indonesia Hebat' di Hutan Kota Muhammad Sabki

  MGBK Muaro Jambi Go Green: Mendalami '7 Kebiasaan Anak Indonesia Hebat' di Hutan Kota Muhammad Sabki Oleh: Tim Konten MGBK Muaro Jambi Jambi – Pada hari Kamis, 30 Oktober 2025 , Musyawarah Guru Bimbingan dan Konseling (MGBK) Jambi sukses menggelar kegiatan rutin bulanan dengan nuansa yang berbeda. Bertempat di tengah kesegaran Hutan Kota Muhammad Sabki , para Guru BK berkumpul untuk mendalami materi vital: 7 Kebiasaan Anak Indonesia Hebat (7KAIH) . Kegiatan yang berlangsung mulai pukul 08.30 hingga 13.00 WIB ini menjadi bukti komitmen MGBK Jambi dalam meningkatkan profesionalisme dan kontribusi nyata pada pembentukan karakter siswa. 📢 Semangat Pembukaan di Bawah Rindangnya Pepohonan Suasana Hutan Kota yang asri menjadi latar belakang yang sempurna untuk memulai sesi ini. Rangkaian pembukaan berjalan lancar dan penuh makna: Pembukaan Resmi dan Visi MGBK: Acara dibuka langsung oleh Ketua MGBK, Bapak Turyono, S.Pd . Beliau menyoroti pentingnya kebiasaan positif sebagai fonda...