AYUNDA, Rindu Yang Terlambat
Malam
telah larut dan haripun sudah mulai berganti tapi Aku masih terjaga. Kesunyian
malam hanya di selingi oleh suara jangkrik yang saling bersahutan. Udara terasa
dingin Aku meringkuk dibawah selimut untuk mengusir rasa dingin yang menyentuh
kulit. Ntah apa yang membuatku tak bisa memejamkan mata, tapi semenjak beberapa
bulan ini ada saja fikiran yang salalu berlalu lalang dibenakku. Ayunda. Iya
Aku selalu teringat sosok Ayunda. Salah satu teman satu sekolah yang dekat
denganku. Kami akrab hanya didunia maya. Sering chatingan di Facebook, twitter
ataupun Blackberry Masengger, tapi jika bertemu langsung kami tak banyak
bicara. Ayunda gadis keturunan padang yang sangat baik, menurutku. Badannya
tinggi tapi sedikit kurus, matanya cokelat dan rambutnya panjang mungkin.
Selama ini Aku tidak pernah melihat saat Ayunda membuka Jilbab.
Ayunda salah satu siswi yang pintar disekolah dan paling enak diajak
belajar kelompok. Sepertinya malam ini Aku merindukan sosoknya. Semenjak ia
melanjutkan pendidikan di Bandung Aku tak pernah lagi bertemu dengannya, hanya
bisa menyapa melalui media sosial. Malam ini Aku teringat saat-saat kami masih
sekolah.
“ Wan kamu sudah makan? Kalau
belum kerumah Aku aja, mama masak semur jengkol hari ini...” salah satu isi
pesan yang dikirimkan Ayunda kepadaku waktu itu. Ia tau betul Aku sangat
menyukai jengkol. Kadang iya juga sering mengingatkan Aku untuk belajar, makan
atupun sholat.
“ Wan jangan lupa belajar besok
ulangan matematika!..”
“ Wan
bangun sudah siang nanti kamu telat kesekolah,,,”
“ Nanti temenin Aku ke toko buku
wan sepulang sekolah...”
Begitulah Ayunda sudah seperti mesin pengingat bagiku. Tapi tak banyak
tahu kedekatan antara Aku dan Ayunda disekolah. Mungkin hanya beberapa saja
teman yang tau saat bertemu kami berdua sedang jalan berdua. Bahkan teman
terdekatku Rian juga tak begitu tau. Kami tidak sedang menjalin suatu hubungan
tapi Aku merasa hidupku lengkap bila ada Ayunda. Hanya sahabat. Iya, Aku sadar
hubunganku dengan Ayunda hanya sebatas sahabat yang saling melengkapi.
Suatu hari saat Aku dan Ayunda sedang mengerjakan PR diteras rumahnya,
Ayunda mulai bercerita sosok pria yang sedang ia kagumi. Ntah mengapa saat itu
ada rasa yang berbeda dalam diriku. Ayunda menceritakan kekagumannya pada Ihsan
yang merupakan ketua osis disekolah.
“ Wan,,, gimana menurutmu tentang Ihsan,,,?” Tanya Ayunda sambil terus
menulis. Mengerjakan tugas sekolah.
“ Biasa ajah. Emang kenapa?” Sahutku dengan nada datar.
“ Dia itu kan keren Wan! Badannya tinggi berisi gak kayak kamu hee,,”
ledek Ayunda.
“ Trus ? Cuma itu kamu bilang keren?”
“ Gayanya juga cool banget Wan, ditambah dia ketua Osis lagi....”
tambah Ayunda, kali ini ia senyum-senyum sendiri, terlihat rasa kekakgumannya
pada sosok Ihsan. Saat itu sebagai teman Aku hanya bisa memberikan pendapat dan
sedikit saran pada Ayunda.
Ingatan ku tentang Ayunda malam ini benar-benar kuat. Segala memori
yang terkam dalam memori diputar semua. Aku mencoba mengulang memori itu satu
persatu. Saat kami berdua mandi hujan bersama, saat kami kena marah guru
bersama. Ah memori yang indah, semakin diingat semakin ingin mengulangnya.
Sekarang Aku dan Ayunda saling berjauhan, dipisahkan oleh pulau, Sumatera dan
Jawa.
Aku membuka laptop lalu menghidupkan dan membuka beberapa file. Kulihat
satu persatu file dalam folder PICTURE. Banyak sekali photo-photo mulai dari
gaya alay, gaya jelek dan gaya gila-gilaan. Selesai melihat semua photo lalu
kubuka lagi file yang Aku sendiri tidak tau berisi apa. Ada banyak, sekitar 20
file. VN-20131007-00085 salah satu yang ku buka.
“ Berdebar hatiku berdebar, terbayang kala kau sentuh aku terbuai aku
dalam cintamu, , ,”
Betapa terkejutnya Aku saat mendengarnya. Aku kenal suaranya. Iya suara
Ayunda. Itu suara Ayunda yang sedang bernyanyi. Voice note itu suara Ayunda yang sedang bernyanyi. Suaranya lembut
sangat menyejukan. Tak sadar ternyata Aku masih menyimpan Voice Note yang dikirim Ayunda 2 tahun yang lalu masih ku simpan
semuanya. Ku dengarkan satu persatu.
Selesai mendengar semua voice
note Aku semakin aneh. Aku semakin merindukan Ayunda. Apa yang bisa Aku
perbuat sekarang. Rindu yang tiba-tiba ini menikam hati. Tak kan bisa mencair.
Spontan Aku mengambil handphone di sudut tempat tidur. Tak memikirkan waktu
sekarang sudah hampir pukul dua pagi ku kirim pesan ke Ayunda melalui bbm.
“ Selamat malam Ayunda, malam ini
Aku merindukanmu. Andainya kita bisa bertemu pasti Aku takkan pilu...”
Pesan yang terkirim hanya Delivery
belum di Read. Yap jam dua pagi
siapa yang masih terbangun jam segini. Dibalas atau tidaknya Aku tak berharap,
yang jelas Aku menyampaikan apa yang Aku rasakan malam ini. Walaupun sekarang
Aku tak tahu Ayunda sudah menjalin hubungan dengan Ihsan si ketua OSIS yang ia
kagumi sejak sekolah dulu atau bisa juga dengan Hardian teman sekelas yang dulu
juga mengejar-ngejar Ayunda, ataupun Ayunda menjalin hubungan dengan teman
barunya dikampus Aku tidak tahu, hanya rindu yang Aku rasakan saat ini. Rindu
pada Ayunda yang bersuara lembut dan menyejukkan hati.
13 Desember
2015 Irwan

Komentar
Posting Komentar