BAHASA INDONESIA
SURAT – MENYURAT
Di Susun Oleh
1. Turyono : ERA1D010121
2. Galih Hartono : ERA1D010122
3. Mhd. Hajar Aswad : ERA1D010001
4. Dani Eka Prasetia : ERA1D010164
5. Aprianto : ERA1D010046
6. Indayani : ERA1D010144
6. Indayani : ERA1D010144
7. Ratna Linda : ERA1D010143
8. Rismayanti : ERA10000136
Program Ekstensi Bimbingan dan Konseling
Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan
Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan
UNIVERSITAS JAMBI
2010/2011
2010/2011
KATA PENGANTAR
Puji syukur Penulis panjatkan kehadirat
Allah SWT, Tuhan Yang Maha Esa yang telah memberikan rahmat serta
hidayah-Nya sehingga penyusunan tugas ini
dapat diselesaikan.Tugas ini disusun untuk diajukan sebagai tugas mata
kuliah Bahasa Indonesia dengan judul “Surat - Menyurat”di Strata 1 Universitas Jambi Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan
Jurusan Bimbingan dan Konseling.
Terima kasih penulis sampaikan kepada Ibu Dra. Gusneli, M.Pd
selaku dosen mata kuliah Bahasa Indonesia yang telah
membimbing dan memberikan kuliah demi kelancaran
pembuatan tugas ini.Demikianlah tugas ini disusun semoga bermanfaat, agar dapat
memenuhi tugas mata kuliah Bahasa Indonesia.
Jambi, April 2011
Penulis
DAFTAR
ISI
HALAMAN
JUDUL
KATA
PENGANTAR ..................................................................................... i
DAFTAR
ISI
..................................................................................................... ii
BAB
I PENDAHULUAN
1.1
Latar Belakang dan Masalah ............................................................... 1
1.2
Tujuan Penulisan...................................................................................
1
1.3
Manfaat Penulisan ............................................................................... 1
1.4
Metode Penulisan ................................................................................ 1
1.5 Tinjuan Pustaka .................................................................................... 1
BAB
II PEMBAHASAN
2.1
Surat dan Sejarah Perkembangannya .................................................. 2
2.2
Jenis – Jenis Surat.................................................................................
2
2.2.1
Surat Resmi .............................................................................. 2
2.2.2
Surat Pribadi.............................................................................
4
2.2.3
Memo........................................................................................
5
2.3 Penulisan Surat yang Baik dan Benar .................................................. 6
BAB
III PENUTUP
3.1
Simpulan .............................................................................................. 7
3.2
Saran .................................................................................................... 7
DAFTAR
PUSTAKA
BAB I
PENDAHULUAN
1.1 Latar
Belakang dan Masalah
1.1.1 Latar Belakang
Surat adalah media komunikasi dalam
bentuk tulisan yang dilakukan oleh seseorang atau lembaga ke seseorang atau
lembaga lainnya. Banyak kesalahan yang sering kita temukan dalam halnya
penulisan surat. Maka dari itu makalah ini membahas tentang seluk beluk surat sehingga
dapat memberikan informasi yang mendalam kepada pembaca.Pengenalan terhadap
jenis dan sifat surat merupakan hal yang penting diketahui agar dapat mengambil suatu tindakan atau menyelesaikan
sesuatu tugas yang sesuai dengan isi atau maksud dari surat
tersebut.
1.1.2 Masalah
Permasalahan yang akan penulis bahasa dalam makalah ini
adalah sebagai berikut :
1. Bagaimanakah
sejarah dan perkembangan surat menyurat ?
2. Apa saja jenis-jenis surat ?
3. Bagaimanakah
tata cara penulisan surat yang baik dan benar ?
1.2 Tujuan
Penulisan
Sebagaimana yang kita ketahui bahwa
masih banyak masyarakat yang belum mengetahui bagaimana tata cara penulisan surat
yang baik dan benar, untuk itulah makalah ini dibuat dengan tujuan untuk
mengetahui sistematika cara penulisan surat yang baik dan benar
serta kita dapat membedakan format dan jenis-jenis surat yang kita
temui.
1.3 Manfaat
Penulisan
Penulisan makalah ini diharapkan bermanfaat
bagi pembaca terutama mahasiswa sebagai panduan dalam penentuan dan penulisan
surat resmi maupun tidak resmi.
1.4 Metode
Penulisan
Dalam penyusunan makalah ini, perlu
sekali pengumpulan data serta sejumlah informasi aktual yang sesuai dengan permasalahan yang akan
dibahas. Sehubungan dengan masalah tersebut dalam penyusunan
makalah ini, penulis menggunakan dua metode pengumpulan data, yang pertama dengan membaca buku
sumber dan yang kedua dengan pengetahuan yang penulis miliki.
1.5 Tinjauan
Pustaka
Dalam metode ini penyusun membaca sebuah buku dan beberapa
Website, Blog yang berkaitan dengan penulisan makalah ini.
BAB II
PEMBAHASAN
2.1 Surat
dan Sejarah Perkembangannya
Berdasarkan catatan sejarah, kegiatan surat menyurat di
Indonesia telah dimulai jauh sebelum kedatangan bangsa Eropa.
Yakni pada masa kerajaan Kutai,
Tarumanegara,Pajajaran, Majapahit,
Sriwijaya dan Mataram, walaupun hanya terbatas pada hubungan antar para raja.
Bentuknya masih sangat sederhana, menggunakan kulit kayu, potongan bambu,
daun lontar, dan kulit binatang.Kegiatan pos
semakin lancar, setelah pembuatan Jalan Raya Pos (de Grote Postweg)dari
Anyer sampai Panarukan sepanjang 1000 km pada 1809 atas perintah gubernur
jenderal Herman William Daendels. Menyebabkan
waktu tempu pos dari Jawa Barat ke Jawa Timur yang sebelumnya
memakan waktu 40 hari, diperpendek jadi enam hari. Perangko pertama di dunia diterbitkan di Inggris (1840) dengan nama
Penny Black, yang membuka zaman baru dalam bidang pertarifan pos. Belanda, saat
menjajah Indonesia, mengikuti pula jejak Inggris. Pada 1852, diterbitkan
perangko Belanda pertama, bergambar Raja Willem III. Sementara di
jajahannya Hindia Belanda, perangko digunakan pertama kali pada 1865. Cetaknya
di Belanda sebanyak dua juta lembar.Sampai
awal abad ke-20 ada yang disebut hari pos. Saat hari tibanya kapal dari Belanda. Warga Belanda sangat menantikan
kedatangan surat-surat dari negeri leluhurnya.Kemudian pos pun
berkembang pesat, ketika dimulainya era pesawat udara. Dan kantor pos merupakan
salah satu tempat paling sibuk ketika itu.Meskipun pemerintah kolonial Belanda
menyediakan banyak kotak pos (brievenbus) di
Batavia dan kota-kota lainnya, tapi banyak yang datang ke kantor-kantor pos
agar surat-surat lebih cepat sampai
ke tujuan. Sementara Belanda banyak menyediakan kotak pos(brievenbus) yang
dipasang di jalan-jalan raya. Maksudnya supaya orang tidak perlu mendatangi kantor pos, cukup menitipkan surat ke
kotak pos. Untuk kemudian surat-surat dikeluarkan dari kotak dan diangkut
ke kantor pos.
2.2 Jenis-Jenis
Surat
2.2.1 Surat Resmi
Surat Resmi adalah surat-surat yang sifatnya formal yang
dibuat oleh suatu instansi atau organisasi, baik instansi pemerintah maupun
instansi swasta. Surat resmi harus menggunakan Bahasa Indonesia yang sesuai
dengan kaidah baku. Bentuk penyajian surat
biasanya menggunakan bentuk atau sistem full block, semi block
atau indented block
.Surat
resmi (surat dinas) terbagi atas beberapa bagian, yaitu:
1. Surat dinas pemerintah, yaitu
surat resmi yang digunakan instansi pemerintah
untuk kepentingan administrasi pemerintahan.Surat dinas pemerintah meliputi :
- surat perjalanan dinas - surat perintah
- surat rekomendasi - surat instruksi
- surat referensi - surat tugas
- dan, surat keputusan
2.Surat niaga, yaitu surat resmi yang
dipergunakan oleh perusahaan atau badan usaha.
3. Surat sosial, yaitu surat resmi
yang dipergunakan oleh organisasi kemasyarakatan yang
bersifat nirlaba (nonprofit) Jenis-jenis surat sosial :
- Surat pengantar, yaitu surat yang digunakan
untuk mengantarkan sesuatu dengan tujuan agar penerimanya mengetahui sesuatu
yang dikirim atau diterimanya.
- Surat pengumuman, yaitu surat yang
berisi pemberitahuan suatu hal kepada anggota masyarakat atau pihak-pihak yang terkait
dengan isi atau perihal
yang tertera dalam surat tersebut.
- Surat edaran, yaitu surat
pemberitahuan secara tertulis yang ditujukan kepada banyak pihak.
- Surat kuasa, yaitu surat yang dibuat
untuk memberikan kekuasaan baik secara perorangan maupun instansi
kepada yang dapat dipercaya supaya bertindak mewakili orang yang
memberi kuasa, karena orang yang memberi kuasa tidak dapat melaksanakannya sendiri.
Berdasarkan isi dan jenisnya, surat kuasa dapat dibagi menjadi :
a. Surat kuasa
perseorangan, yaitu surat kuasa yang dibuat secara pribadi atau
perseorangan yang diberikan kepada seseorang yang dapat dipercaya.
b. Surat kuasa
instansi dinas dan perusahaan, yaitu surat kuasa yang dibuat dan
dikeluarkam oleh instansi atau perusahaan
yang diberikan kepada
bawahannya/karyawannya atau instansi lainnya sesuai dengan tugas masing-masing
agar melaksanakan tindakan karena pimpinan tidak dapat melakukannya
sendiri.
c. Surat kuasa istimewa, yaitu surat
kuasa yang diberikan oleh seseorang kepada orang lain atau pengacara dalam
penyelesaiannya ada kaitannya dengan pengadilan.
Bagian-bagian
surat resmi:
1.
Kepala/kop surat, terdiri dari:
-
Nama instansi/lembaga, ditulis dengan huruf kapital/huruf besar.
-
Alamat instansi/lembaga, ditulis dengan variasi huruf besar dan kecil.
-
Logo instansi/lembaga.
2.
Nomor surat, yakni urutan surat yang dikirimkan
3.
Lampiran, berisi lembaran lain yang disertakan selain surat
4.
Hal, berupa garis besar isi surat
5.
Tanggal surat (penulisan di sebelah kanan sejajar dengan nomor surat)
6.
Alamat yang dituju (jangan gunakan kata kepada)
7.
Pembuka/salam pembuka (diakhiri tanda koma)
8. Isi surat (-Uraian isi berupa uraian hari,
tanggal, waktu, tempat, dan sebagainya ditulis dengan huruf kecil, terkecuali penulisan
berdasarkan ejaan yang disempurnakan (EYD) haruslah
menyesuaikan).
9. Penutup surat
10.Penutup
surat, berisi:
- salam penutup
- Jabatan
- tanda tangan
- nama (biasanya disertai nomor induk pegawai
atau NIP)
11.tembusan surat, berupa penyertaan/pemberitahuan kepada
atasan tentang adanya
suatu kegiatan.
2.2.2
Surat Pribadi
Surat pribadi adalah surat yang
dikirimkan seseoarang kepada orang lain atau suatu oarganisasi/instansi. Surat lamaran
termasuk surat pribadi. Atau pengertian dari surat
pribadi adalah surat yang dibuat oleh seseorang yang isinya menyangkut
kepentingan pribadi. Sedangkan yang termasuk surat pribadi adalah:Surat lamaran
termasuk surat pribadi. Pengertian surat pribadi adalah surat yang dibuat oleh
seseorang yang isinya menyangkut kepentingan pribadi. Sedangkan yang termasuk
surat pribadi adalah :
a. Surat Keluarga
Surat keluarga adalah surat yang dibuat
seseorang yang isinya menyangkutkepentingan pribadi atau keluarga. Surat keluarga biasanya dibuat oleh anak kepada orang tuanya karena
dalam perantauan (misalnya kuliah atau bekerja di tempat yang jauh), bisa juga
surat dari saudara yang satu dengan yang lain dan berlainan tempat.
b. Surat Lamaran Pekerjaan
Surat lamaran pekerjaan adalah surat
yang dibuat seseorang ( pelamar ) yang ditujukan kepada kantor atau perusahaan tertentu guna
mendapatkan pekerjaan sesuai dengan lowongan pekerjaan yang ditawarkan.Untuk
membuat surat lamaran pekerjaan perlu memperhatikan tahap-tahapnya yaitu :
1. Sumber informasi
2. Pedoman penulisan
3. Lampiran yang diminta
4. Proses pengajuan surat lamaran
c. Surat Perijinan
Surat Perijinan adalah surat yang
ditulis seseorang yang isinya menyangkut permohonan ijin kepada pihak
tertentu untuk mendapatkan ijin yang dimaksudkan.Selain
surat bersifat pribadi kepada instansi atau kantor tempat kerja seseorang,surat ijin juga diperlukan untuk mendapatkan ijin
dari pihak pihak tertentu apabila
seseorang atau sebuah keluarga ingin mengadakan suatu kegiatan atau keramaian
di masyarakat hal ini dimaksudkan agar jika terjadi sesuatu hal yang tidak
diinginkan pihak tersebut bisa ikut bertanggung jawab.Contoh :
1. Surat ijin untuk tidak masuk kerja / sekolah
2. Surat ijin untuk mengadakan keramaian / hajatan kepada RT atau Lurah
dan sebagainya
2.2.3 Memo
Memo adalah pesan ringkas, yakni pesan yang ditulis seseorang dengan
singkat,jelas, dan mudah untuk dipahami. Menurut pemakaiannya, memo ada yang bersifat
resmi dan bersifat pribadi (tidak resmi). Memo bersifat resmi dipakai sebagai
surat pernyataan dalam hubungan resmi dari seorang pimpinan kepada bawahannya.
Memo bersifat pribadi dipakai sebagai nota
atau surat pernyataan tidak resmi
antar teman,saudara, atau orang
lain yang memiliki hubungan akrab.Ciri-ciri :
2. Dilihat dari peredarannya, sebuah kantor atau
organisasi dapat menyampikanmemo secara horizontal maupun secara vertical
3. Penyampian secara
horizotal merupakan penyampian memo kepada pihak yang memiliki jabatan satara
4. Penyampian secara
vertikal merupakan penyampaian memo dari atasankepada bawahan atau sebaliknya untuk
mengingatkan atau memerintahkan sesuatu
5. Merupa bentuk
komuikasi yang berisi saran, arahan, atau peneranganmengenai sesuatu hal
6. Memiliki bagian
surat yang lebih sederhana dibandingkan dengan suratresmi pada umumnya, terutama dalam
isi surat.
7. Karena
pedarannya yang terbatas, memo biasanya tidak mencantumkanidentitas kantor, seperti nama kantor, nomor telepon, faksimili,
dankode pos, secara lengkap.
Ciri-ciri
Bentuk Memo
Bentuk
memo terdiri atas dua bagian:
1.
Kepala Memo
- Penerima
- Pengirim
- Perihal dan tanggal pengirin
- Paraf dan nama terang pengirim
2.3 Penulisan
Surat yang Baik dan Benar
Surat yang baik dan benar adalah surat
yang disusun dan ditulis mengikuti syarat-syarat,yaitu :
1. Tidak
mengandung makna ganda
2. Antara penerima dan pengirim
memiliki maksud yang sama
3.Sederhana
4. Tepat
menggunakan kata dalam pemakaiannya
5. Tulisannya
tersusun rapi dan berurutan
Bahasa
yang digunakan dalam surat, sebaiknya:
1. Mengutamakan sama derajat
2. Tegas
3. Mudah dimengerti oleh pembaca
4. Menggunakan bahasa yang sopan
5. Jelas antara penulisan dan makna
BAB III
SIMPULAN DAN
SARAN
3.1 Simpulan
•
Surat
menyurat adalah salah satu bentuk
komunikasi dengan mempergunakan surat sebagai alat, oleh karena
itu surat menyurat merupakan salah satu alat
komunikasi yang sangat penting dan setiap waktu dilakukan dalam tugas
sehari-hari dalam kantor.
•
Surat merupakan salah satu alat komunikasi tertulis yang
berasal dari satu pihak dan ditujukan dari pihak lain untuk menyampaikan
berita dengan demikian
jelas bahwa surat sangat penting artinya
dalam membantu memperlancar tercapainya tujuan organisasi.
• Perlu
diusahakan agar dapat membuat surat dengan baik, sebab penilaian negatif
terhadap surat akan dapat mempengaruhi pula penilaian negatif dalam organisasi.
3.2 Saran
Berdasarkan simpulan di atas, maka
surat menyurat sangatlah penting dalam suatu organisasi karena surat-menyurat merupakan salah satu bagian
dari proses komunikasi dalam organisasi yang
berbentuk tulisan, proses surat menyurat ini lebih diutamakan
untuk lingkungan ekstern organisasi yang sangat berpengaruh
dalam menciptakan link organisasi.Dengan
adanya surat menyurat yang baik dan rapi, maka dapat mendukung tercapainya tujuan
organisasi yaitu bisa bertahan (Survival) dan bisa tumbuh berkembang (Growth).
DAFTAR
PUSTAKA
Ritonga, Parlaungan, 2010.Bahasa
Indonesia Praktis ,Medan : Bartong Jaya www.blogger.comwww.google.co.idwww.scribd.comwww.wikipedia.com

Komentar
Posting Komentar