Langsung ke konten utama

Psikologi Umum

PSIKOLOGI UMUM
“ TUGAS AKHIR SEMESTER ”

DOSEN PENGAMPU
Drs. SUPARJO HERLAMBANG, M.Pd
NIP. 195610031987011001

 








NAMA         :      TURYONO
NIM             :      ERA1D010121
KELAS        :      F ( SLTA BEKERJA )



Program Ekstensi Bimbingan Konseling
Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan
UNIVERSITAS JAMBI
2010/2011


Psikologi umum adalah salah satu Mata Kuliah yang ada diUniversitas Jambi Jurusan Bimbingan dan Konseling pada Semester ini dan selama satu semester ini saya mengikuti pelajaran psikologi umum, awalnya saya tidak mengetahui apa maksud dari pelajaran ini dan apa saja manfaatnya, namun setelah pertemuan pertama saya diberi materi tentang Psikologi umum dan barulah saya berpendapat bahwa psikologi umum merupakan ilmu yang mempelajari tentang jiwa baik mengenai macam gejalanya, prosesnya maupun latar belakangannya itulah yang dinamakan dengan Psikologi dan manfaatnya begitu penting bagi kita semua salah satunya cara mengendalikan diri dalam menghadapi masalah….mungkin ini salah satu pemahaman yang dapat saya pelajari dalam Mata Kuliah Psikologi Umum. Drs. Suparjo Herlambang, M.Pd , beliaulah Dosen yang selama satu semester ini telah mengajarkan saya dengan memberikan materi-materi mengenai History dan Definisi Psikologi, Sifat dan Hakikat Kejiwaan Pada Manusia serta Konsep Diri dan Kepercayaan Diri yang berujung pada Proses Pembentukan Tingkah Laku, kurang lebih selama 14 kali pertemuan beliau mengejarkan materi tersebut setiap minggunya. Beliau mengajar saya dengan tegas dan sabar agar saya dan teman-teman dapat memahami materi yang diberikannya. selain materi dari beliau kami juga dianjurkan untuk membeli buku referensi, salah satu buku yang saya beli yaitu Teori-Teori Psikologi/ M. Nur Ghufron dan Reni Risnawati, buku ini juga menambah wawasan dan pengetahuan saya mengenai Psikologi. Dari beberapa materi yang beliau berikan saat kuliah, mungkin tidak semuanya saya pahami dengan jelas, ada beberapa saja yang dapat saya mengerti dan pahami.
Pertama, pembahasan mengenai Histori dan Definisi Psikologi, dalam hal ini yang dapat saya pahami dan jelaskan kembali yaitu bahwa sejak tahun 1879 Psikologi mulai berdiri sendiri, yang sebelumnya berinduk pada ilmu Filsafat dan itu didukung oleh Teori yaitu Teori Nativistik  yaitu faktor yang dibawa sejak lahir yang disebut pembawaan/bakat, seperti jika ayahnya pemain sepak bola maka didalam diri anaknya terdapat bakat dari ayahnya tersebut dan Teori yang kedua  yaitu Empirik bahwa jiwa berisi ide-ide yang didapatkan melalui panca indra yang disesuaikan satu sama lain : contoh seorang bayi yang haus diberi minum (susu) oleh ibunya. Melalui panca indranya bayi mengetahui bahwa rasa haus selalu diikuti oleh minuman dan air susu (minuman) itu menghilangkan hausnya, lama lama rasa haus diasosiasikan   dengan minuman. Selain itu banyak pendapat-pendapat dari para Ahli antara lain Sokrates yang memperkenalkan Teknik MAEUTICS dengan wawancara memancing keluar pikiran-pikiran dari seseorang. Ia percaya bahwa pikiran-pikiran itu mencerminkan keberadaan jiwa yang ada dibalik tubuh manusia.
Para Ahli juga sepakat dan menolak  psikologi sebagai ilmu jiwa dengan beberapa alasan yaitu sulit memberikan jawaban terhadap pertanyaan apa itu jiwa ? berarti arti jiwa sesungguhnya itu masih kabur dan tidak seorang pun yang mengetahui. Selanjutnya alasan lain karena Jiwa itu abstrak, tidak dapat dilihat, diraba dan tidak berwarna itu menjelaskan bahwa itu sesuatu yang tidak nyata, dan alasan yang terakhir karena Jiwa tidak punya bentuk dan jenis kelamin, berarti jiwa tidak sama dengan fisik jasmani manusia tetapi daya rokhaniah yang menjadi penggerak-penggerak perbuatan  pribadi.
Kedua, pembahasan mengenai Sifat dan Hakikat Kejiwaan pada Manusia dalam aspek pembahasan ini ada beberapa yang dapat saya pahami dan mengerti antara lain sifat Intelektual yang dimiliki oleh manusia dan sifat inilah yang membedakan kita (manusia) dari makhluk lain. Dengan sifat Intelektual ini manusia dapat menemukan dan membedakan sesuatu yang baik dan buruk, benar ataupun salah. Serta dapat mengarahkan apa saja keinginannya dan emosi yang ada pada dirinya.
Selain itu, yang saya dapat pahami dalam materi ini yaitu tentang akal yang berperan sebagai gudang yaitu pendapat dari John Lock, dari akal itulah ada kekuatan serta material untuk melatihnya yaitu kekuatan berfikir yang disebut pengertian yang terjadi dari suatu proses pengamatan meliputi kegaiatan mengindra, mengenali, menalar dan menyakini. kekuatan kehendak disebut kemauan sebagai kekuatan untuk memilih dan berkaitan erat dengan keinganan.
Ada tokoh lain yang menyatakan kekuatan kejiwaan yang dikenal dengan JJ Reuseau tahun 1778. JJ Reuseau menyatakan ada 5 kekuatan kejiwaan yaitu, pengindraan, perasaan, keinginan, kemauan dan akal. Dari sisnilah saya dapat menjelaskan pengertian dan memberikan contoh dari 5 kekuatan kejiwaan tersebut. Seperti perasaan bearti kekuatan untuk mendaratkan ide-ide, dan erat hubungannya dengan pengindraan sebab pada saat kita mengarahkan perhatian kepada pengindraan pada saat itu juga kita menyadari adanya perasaan tertentu dalam diri kita. Contoh, pada saat melihat setan ( objek pengindraan ), pada saat itulah dalam diri kita terdapat rasa takut. ada juga kekuatan kejiwaan yang disebut akal yang bersifat sebagai kekuatan penemu ide umum atau kebenaran dari suatu ide. Yang memiliki 2 kapasitas yaitu kapasitas penalaran Indra yang memberikan ide tertentu tentang benda tertentu dialam sekitar. Dan kapasitas penalaran intelektual  yang apabila kita dengan akal sehat menyimpulkan ide tentang suatu benda yang sejenis dapat dimasukkan kedalam ide umum itu.
Ketiga, dalam pembahasan Kepercayaan Diri dan Konsep Diri ada beberapa hal yang dapat saya pahami yaitu tentang definisi mengenai kepercayaan diri antara lain dari seorang Ahli ”Laustur” ( 1992 ) mendefiniskan kepercayaan diri diperoleh dari pengalaman hidup dimana dari pengalaman hidup itu seseorang dapat mencari sikap positif tentang dirinya yaitu keyakinan kemampuan diri, optimis selalu berpandangan baik dalam menghadapi segala hal, objektif memandang permasalahan sesuai dengan kebenaran, bertanggung jawab serta rasional dan realistis terhadap suatu masalah, hal dan kejadian menggunakan pemikiran. Dan ada juga faktor yang mempengaruhi kepercayaan diri, yaitu konsep diri, harga diri, pengalaman dan pendidikan, contohnya seperti seorang yang sudah beberapa kali (berpengalaman) dalam lomba menyanyi, maka rasa percaya dirinya akan berbeda dengan seorang yang baru pertama kali ikut lomba bernyanyi, contoh kedua seorang yang berpendidikan rendah kepercayaan dirinya akan kurang dan akan menjadikan orang itu tergantung terhadap orang yang lebih pandai. Sebaliknya sesorang yang berpendidikan tinggi akan memiliki tingkat kepercayaan diri yang lebih dibandingkan dengan orang yang berpendidikan rendah.
Keempat, pembahasan tentang Proses Pembentukan Tingkah Laku Dimana pada pembahasan ini kita diajarkan bagaimana proses pembentukan tingkah laku itu sendiri yang terbentuk karna adanya suatu kebutuhan biologis atau psikologis adanya dorongan ( motivasi ) baik itu dari dalam maupun dari luar diri seseorang, contohnya seorang yang rajin belajar dan mengulang pelajaran atas kemauan yang ada dalam dirinya bukan atas paksaan dari orang lain misalkan orang tuannya. Tingkah laku juga dapat dibentuk oleh adanya factor perangsang dan penguat seperti memberikan pujian kepada seseorang yang mendapat nilai tinggi.
Selain proses pembentukan tingaka laku, ada juga factor yang mempengaruhi tingkah laku pada manusia yaitu adanya fakor internal yang berasal dari diri manusia sampai dengan corak kegiatan yang mempengaruhinya seperti jenis ras, jenis fisik, jenis kalamin, sifat kepribadian, bakat dan intelegensi. berbedanya jenis ras  yang ada itu memperlihatkan tingkah laku yang berbeda yang khas pula. Ras Caucasoid yang bekulit putih, mata biru dan rambut pirang tingkah lakunya dominant terbuka dan senang akan kemajuan secara fisik dan tingkah laku sangat berbeda dengan Ras Negroid yang berkulit hitam, mata hitam dan rambut keriting serta dominan bertingakah laku bertempramen keras dan begitu menonjol dalam setiap kegaiatan oleh raga tinju, bolakaku dna binaragawan.
Jenis kelamin juga membedakan tingkah laku manusia, pria yang disebut maskulin berperilaku atas dasar pikiran dan wanita disebut feminism yang berperilaku atas dasar perasaan. Sifat kepribadian yang dimiliki manusia juga cenderung tidak sama, tingakh laku merupakan cerminan dari kepribadian yang dimilikinya, selain itu ada juga bakat dan intelegensi yang juga mempengaruhi tingkah laku manusia, karena bakat merupakan interaksi dari factor pembawaan dan lingkungan dan tergantung pada kesempatan yang ada, serta seorang yang memiliki intelegensi tinggi akan mempunyai secara cepat dan tepat, teratur pada saat orang itu mengambil sebuah keputusan.
Faktor exsternal yang datang dari luar juga mempengaruhi tingkah laku manusia, yaitu yang dating dari lingkungan, seseorang akan mempunyai tingkah laku yang baik jika dia berada didalam yang baik pula, begitupun sebaiknya seorang individu akan bertingkah laku tidak baik jika disekitarnya banyak orang-orang yang tidak baik pula, pendidikan yang merupakan suatu proses bantuan yang diberikan oleh orang dewasa kepada anak yang belum dewasa dengan pengaharapan jiwa seornag yang tidak baik jika diberikan pendidikan dan pengarahan dapat merubah sikap dan tingkah lakunya menjadi baik, maka pendidikan mempunyai pengaruh yang besar terhadap tingkah laku individu ( manusia ).
Agama dan sosial ekonomi juga merupaka factor ekternal yang mempengaruhi tingkah laku manusia. Seorang manusia yang beragama Kristen pasti ada perbedaan tingkah laku dengan yang beragama islam, karena adanya suatu keyakinan atau pandangan hidup seorang tersebut yang disesuaikan dengan norma dan ajaran agamanya.
Keadaan social ekonomi yang relative mencukupi mampu menyediakan fasilitas pendidikan yang cukup amupun merubah tingkah laku seperti seorang yang hidup dalam keluarga yang berkecukupan dia akan diberikan fasilitas pendidikan tadi mampu merubah tingkah lakunya.
Demikianlah beberapa materi yang dapat saya pahami dan saya jelaskan kembali,yang telah saya pelajari dalam mata kuliah psikologi umum dengan dosen Drs. Suparjo Herlambang, M.Pd


Komentar